Rabu, 11 Mei 2022

Program 1 Miliar Makanan

Dunia berada di ambang krisis pangan global. Ratusan juta orang menghadapi ancaman kelaparan. Untuk membantu mereka yang membutuhkan, bulan lalu UEA menjalankan program inisiatif 1 Miliar Makanan yang sukses – kampanye penggalangan dana yang bertujuan menyediakan satu miliar makanan untuk orang-orang yang paling rentan di 50 negara. Ratusan donatur telah ikut berpartisipasi. 
"Pendiri kampanye, Sheikh Mohammed, menyumbangkan 400 juta makanan, dan saya menyumbang 12 juta. Semoga lebih banyak lagi orang yang dapat bergabung dalam inisiatif ini di tahun-tahun berikutnya dan kita bersama-sama dapat mencapai tujuan Zero Hunger yang ditetapkan oleh PBB," Kata Durov pendiri Telegram.
Pavel Durov yang kini menetap di UEA, Pendiri sekaligus pemilik aplikasi  Telegram, menjadi orang terkaya di Uni Emirat Arab (UEA). Menurut daftar miliarder Forbes, pria berkebangsaan Rusia ini memiliki harta kekayaan mencapai USD17,2 miliar (Rp248 triliun) pada tahun 2021. Durov menyumbang hampir 40 persen dari seluruh kekayaan 11 miliarder di UEA.

Dilansir dari Khaleej Times, Selasa (20/4/21) Durov berada di peringkat ke-112 orang terkaya di dunia. Ia menjadi penduduk UEA pertama yang di masuk peringkat 200 miliarder teratas.

Pria berusia 36 tahun yang tinggal di Dubai ini kekayaannya tumbuh secara eksponensial baru-baru ini setelah aplikasi perpesanannya Telegram menjadi populer, diunduh lebih dari 500 juta pengguna di seluruh dunia, lantaran WhatsApp milik Facebook / Meta mengumumkan kebijakan privasi baru.

Hasilnya, kekayaan Durov tumbuh lebih dari 405 persen dalam setahun dari USD 3,4 miliar (Rp 49 triliun) pada 2020 menjadi USD 17,2 miliar (Rp248 triliun) pada 2021.

Selain Durov, miliarder lain dari Uni Emirat Arab yang masuk dalam daftar Forbes termasuk MA Yusuff Ali, Majid Al Futtaim & keluarga, Abdullah Al Ghurair & keluarga, Micky Jagtiani, Ravi Pillai, Hussain Sajwani, Abdullah Al Futtaim, Thaksin Shinawatra, Saket Burman dan Sunny Varkey.

Sumber : Durov Channel, Republika

Di Balik Layar Ada Kru Yang Dibayar

Di balik layar Monster Pabrik Rambut, ada ironi yang tidak luput dari perhatian para pembuatnya. Film yang mengangkat tema ekspl...