Rabu, 03 Juni 2026

Di Balik Layar Ada Kru Yang Dibayar

Di balik layar Monster Pabrik Rambut, ada ironi yang tidak luput dari perhatian para pembuatnya.

Film yang mengangkat tema eksploitasi tenaga kerja dan sistem yang tidak memanusiakan manusia itu justru mendorong para produsernya untuk berkaca pada praktik kerja mereka sendiri di industri film.

Meiske Taurisia dan Muhammad Zaidy, dua produser dari Palari Films yang memproduksi film tersebut, berbicara terbuka soal standar jam kerja di balik layar Monster Pabrik Rambut.

Keduanya juga menjelaskan tantangan nyata yang dihadapi industri film Indonesia dalam memperlakukan kru dan aktornya secara lebih manusiawi.

Crew Call Jam 5 Pagi

Meiske Taurisia menggambarkan gambaran umum hari syuting Monster Pabrik Rambut.

Kru biasanya dipanggil mulai pukul 5 pagi, syuting dimulai sekitar pukul setengah tujuh, dan berakhir sekitar pukul 9 malam. Rentang waktu yang panjang, namun bukan tanpa aturan.

"Kita berusaha keras untuk bisa syuting dari misalnya crew call jam 5, terus mulai syuting mungkin setengah 7. Kemudian kelar bisa-bisa jam 9 malam," ujar Meiske.

Ia menekankan, jam kerja hanyalah satu sisi dari persoalan. Ada hal lain yang menurutnya sama pentingnya untuk dijaga, yaitu turnover time, yakni jeda waktu minimum antara hari syuting satu dengan berikutnya.

Apa Itu Turnover Time?

Meiske Taurisia menjelaskan bahwa turnover time adalah batas waktu istirahat yang harus dipenuhi setelah satu hari syuting berakhir, sebelum kru dipanggil kembali. 

Standar yang dijaga dalam produksi Monster Pabrik Rambut adalah minimal 8 jam.

Artinya, jika syuting baru selesai pukul 11 malam, maka kru tidak boleh dipanggil lagi sebelum pukul 7 pagi keesokan harinya.

Konsekuensinya, jadwal syuting hari berikutnya otomatis mundur. Namun bagi Meiske, itu adalah konsekuensi yang harus diterima.

"Tapi menurut saya dua hal itulah yang harus diperhatikan: jam kerjanya sama turnover time, supaya semua kru punya minimal 8 jam sudah bisa pulang di rumah," tegasnya.

Pernah Syuting 26 Jam Sampai Tidak Berfungsi

Muhammad Zaidy mengakui bahwa persoalan jam kerja di industri film Indonesia bukan hal baru. Ia sendiri pernah merasakannya langsung saat masih bekerja sebagai kru. 

"Saya pernah syuting 26 jam dan saya sudah teler, kayak sudah nggak functioning otaknya. Disuruh apa sudah ngerjain yang lain," kenangnya.

Pengalaman itu, menurutnya, justru menjadi salah satu alasan mengapa proses pembuatan Monster Pabrik Rambut sekaligus menjadi momen refleksi bagi seluruh tim.

Film yang bercerita tentang eksploitasi pekerja itu mendorong para pembuatnya untuk lebih serius mengevaluasi standar kerja mereka sendiri.

"Dengan membuat film ini, kami juga jadi berkaca bagaimana kita menjalani ini semua dan bagaimana ke depannya. Ini the good thing of making this film, sekaligus kita juga berefleksi," ujar Zaidy.

Lebih dari Sekadar Jam Kerja

Muhammad Zaidy, yang juga terlibat aktif di Asosiasi Produser Film Indonesia (APROFI), menegaskan bahwa isu ini tidak berhenti pada soal berapa jam kru harus bekerja.

Ada dimensi lain yang sama pentingnya yakni keamanan dan kenyamanan seluruh orang yang terlibat dalam produksi.

Palari Films, menurutnya, sudah membentuk tim khusus untuk menangani isu-isu seperti perundungan, kekerasan, hingga pelecehan seksual di lingkungan set.

"Bukan cuman masalah jam kerja, tapi juga ada hal-hal yang kita jaga tentang keamanan dan kenyamanan semua manusia yang ada di dalam produksi. Dari ngomongin berusaha menjauh dari bullying, kekerasan, ataupun sexual harassment. Itu yang kita coba jaga dan kita punya tim terhadap itu," kata Zaidy.

Ia pun berharap langkah-langkah ini tidak hanya menjadi standar Palari Films semata, melainkan bisa menjadi cermin bagi seluruh rumah produksi di Indonesia.

"Semoga bukan cuman PH-PH tertentu, tapi juga semua PH bisa berusaha memperbaiki sistem kerja ini," pungkasnya.

Via : Kompas

#MonsterPabrikRambut #IqbaalRamadhan #horror #drama #infofilm

Nous or Qolbu Jembatan Spiritualisme Dalam Aspek Psikologi Islamiyah 2

Indra batin atau Qolbu adalah berdiri sendiri, bagian dari ruh yang "kinerjanya" menghubungkan Otak dan jantung dan menggerakkan semua organ tubuh serta emosi/kejiwaan manusia, apakah ahli psikologi modern Islam pernah menyinggung hal ini, di luar pengaruh Sigmund Freud (yang Atheis) ?

Qolbu bertindak sebagai "pusat komando" yang menghubungkan otak, jantung fisik, serta menggerakkan emosi , intuisi dan seluruh organ tubuh. Pandangan ini sangat didukung oleh para pakar Psikologi Islam modern yang sengaja melepaskan diri dari pengaruh psikoanalisis Sigmund Freud.

Para ilmuwan psikologi Islam modern menolak teori Freud karena Freud memandang jiwa manusia (psyche) digerakkan oleh nafsu kebinatangan sekuler (id) dan trauma masa lalu, tanpa melibatkan dimensi ketuhanan atau spiritual.

Berikut adalah para tokoh psikologi Islam modern dengan penjelasannya tentang ilmiah-spiritual :

1. Malik Badri (Bapak Psikologi Islam Modern)

Prof. Dr. Malik Badri (1932–2021) adalah tokoh utama yang mendeklarasikan "kemerdekaan" psikologi Islam dari barat melalui bukunya yang sangat terkenal, The Dilemma of Muslim Psychologists.

*Pandangannya tentang Qolbu dan Otak: Malik Badri menjelaskan bahwa sains modern keliru jika menganggap otak adalah raja tunggal kesadaran. Dalam kajiannya mengenai konsep Tafakkur (perenungan), beliau menekankan bahwa Qolbu adalah penguasa sejati (The Sovereign), sedangkan otak berfungsi sebagai pusat pemrosesan komputer (The Processor).
Qolbu menangkap sinyal kebenaran spiritual dan moral (indra batin), mengirimkan perintah itu ke otak untuk diterjemahkan menjadi keputusan rasional, yang kemudian menggerakkan seluruh sistem saraf, emosi, dan organ tubuh.

2. Pemikiran Al-Ghazali yang Direaktualisasi oleh Psikolog Modern

Psikologi Islam modern tidak bisa dilepaskan dari konsep jasad-ruhani milik Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin (khususnya bab Aja'ib al-Qalb / Keajaiban Hati). Psikolog Islam masa kini menggunakan konsep ini untuk menjelaskan neurosains:

Qolbu sebagai "Raja" dan Otak sebagai "Perdana Menteri":Al-Ghazali menjelaskan bahwa Qolbu memiliki dua dimensi: bentuk fisik (jantung yang memompa darah) dan bentuk Lathifah (substansi spiritual).
Mekanisme Gerak Tubuh: Qolbu spiritual bertindak sebagai pusat komando kejiwaan. Ia menggunakan otak beserta sistem sarafnya sebagai "tentara" untuk mengendalikan fungsi motorik tubuh dan memproses emosi. Jika Qolbu merasakan ketakutan spiritual (misal: takwa), ia memerintahkan otak untuk melepaskan hormon tertentu yang membuat jantung fisik berdegup dan tubuh bergetar.

3. Dr. Aisha Utami & Dr. Aisah Dahlan (Perspektif Neurosains Islam Modern)

Di era kontemporer, para praktisi psikologi dan neurosains Islam (seperti dalam diskusi-diskusi yang sering dibawakan oleh Dr. Aisah Dahlan di Indonesia) sering kali menghubungkan konsep Qolbu dengan temuan medis modern bernama *Neurokardiologi.

Sains Mendukung Qolbu: Ilmu pengetahuan modern menemukan bahwa jantung fisik memiliki sekitar 40.000 sel saraf khusus (sensory neurites) yang bertindak persis seperti sel otak. Jantung memiliki "otaknya sendiri" (the brain in the heart).
Hubungan Dua Arah: Berbeda dengan asumsi lama bahwa otak mendominasi jantung, neurokardiologi membuktikan bahwa *jantung mengirimkan lebih banyak sinyal perintah ke otak daripada sebaliknya. Getaran elektromagnetik jantung adalah yang terkuat di tubuh dan memengaruhi gelombang otak.
Dalam psikologi Islam, fenomena biologis ini adalah bukti fisik bagaimana *Qolbu* (jantung/dada) secara konstan "berdialog" dengan otak untuk mengatur emosi, kejernihan berpikir, dan kejiwaan manusia.

Matriks Sistem Komando Manusia dalam Psikologi Islam

| Komponen | Peran Analogi | Fungsi Nyata |
| --- | --- | --- |
| Qolbu (Indra Batin)| Sang Raja / Pusat Komando | Menangkap intuisi spiritual, memegang kendali iman/kufur, menentukan arah emosi terdalam. |
| Otak (Dimagh)| Perdana Menteri / Prosesor| Menerjemahkan perintah Qolbu menjadi sinyal listrik, memproses logika, bahasa, dan memori taktis. |
| Sistem Saraf & Organ| Rakyat / Tentara | Mengeksekusi tindakan fisik dan merasakan emosi biologis (stres, tenang, bugar). |

Dasar teologis yang kuat dalam psikologi Islam modern sebagai model kesehatan mental yang holistik. Manusia tidak dikendalikan oleh konflik seksual masa kecil (seperti kata Freud), melainkan oleh harmonisasi antara Qolbu yang bersih dan Otak yang sehat. Ketika Qolbu tenang (Muthma'innahi), ia memerintahkan otak untuk menenangkan seluruh organ tubuh.

Integrasi antara neurosains/Brain sains  modern dan konsep Qolbu (inti jiwa) dalam teologi Islam ini memperjelas gambaran sistem kerja indra batin yang menjadi titik tolak Psikologi Islamiyah.

Integrasi antara neurosains modern dan konsep Qolbu dalam teologi Islam menawarkan sebuah paradigma baru yang kokoh bagi fondasi Psikologi Islamiyah. Selama berabad-abad, sains barat terjebak dalam dualisme Cartesian atau materialisme reduksionistik yang menganggap seluruh kesadaran manusia murni diproduksi oleh aktivitas elektrik di otak. Namun, penemuan kontemporer di bidang neurokardiologi mulai menggeser dominasi ensefalosentris ini dengan membuktikan bahwa jantung fisik bukan sekadar pompa mekanis. Jantung memiliki jaringan saraf intrinsik yang terdiri dari puluhan ribu neuron yang mampu mendeteksi, memproses informasi, dan mengingat secara mandiri. Sistem umpan balik biologis ini menunjukkan bahwa jalur komunikasi dari jantung ke otak jauh lebih masif daripada arah sebaliknya. Fenomena ini memberikan validasi empiris terhadap konsep Qolbu sebagai indra batin, di mana dada tidak hanya menjadi pusat emosi secara kiasan, melainkan episentrum energetik yang mengoordinasikan kerja otak dan seluruh sistem biologis manusia.

Dalam sistematika teologi Islam, Qolbu dipahami dalam dua dimensi, yakni gumpalan daging fisik dan substansi spiritual yang halus. Hubungan fungsional antara Qolbu spiritual dan otak menyerupai hubungan antara penguasa dan pelaksana taktis. Qolbu bertindak sebagai instrumen persepsi metafisika yang menangkap realitas transenden, nilai moral, dan kebenaran ilahi. Sinyal spiritual yang ditangkap oleh Qolbu ini kemudian dialirkan menuju otak untuk diproses menjadi kognisi, bahasa, dan keputusan rasional. Otak, melalui sistem saraf pusat dan pelepasan neurotransmiter, bertindak sebagai perangkat keras yang mengeksekusi perintah tersebut menjadi tindakan fisik dan respons emosional. Ketika Qolbu berada dalam kondisi damai dan terhubung dengan prinsip ketuhanan, ia mengirimkan pola gelombang elektromagnetik yang koheren ke otak, yang pada gilirannya menstabilkan fungsi kejiwaan dan kesehatan organ tubuh. Sebaliknya, Qolbu yang mengalami disfungsi spiritual akan mengirimkan sinyal distorsi yang mengacaukan pemikiran rasional dan memicu patologi mental.

Konsep integratif ini menemukan akar komparatifnya yang sangat kuat dalam tradisi filsafat Yunani Kuno, khususnya mengenai terminologi Nous. Para filsuf klasik seperti Plato, Aristoteles, dan kemudian Plotinus dalam Neoplatonisme, menyadari bahwa manusia memiliki kapasitas kognitif yang melampaui pancaindra fisik dan penalaran logis diskursif. Mereka menyebut kapasitas tertinggi ini sebagai Nous, yang sering diterjemahkan sebagai intuisi intelektual atau mata jiwa. Nous adalah daya di dalam diri manusia yang mampu menangkap kebenaran absolut dan esensi metafisika secara langsung tanpa perlu melalui tahapan silogisme yang berliku. Dalam evolusi pemikiran filsafat, terutama ketika berinteraksi dengan teologi agama Abrahamik, Nous dipandang beroperasi di dalam Kardia atau pusat dada. Pertemuan konseptual ini memperjelas bahwa apa yang disebut orang Yunani sebagai Nous sebenarnya adalah aspek operasional dari indra batin yang dalam Psikologi Islamiyah diidentifikasi sebagai inteligensi spiritual Qolbu.

Melalui sintesis ini, Psikologi Islamiyah tidak lagi melihat manusia secara parsial sebagai makhluk yang digerakkan oleh konflik instingtual masa lalu seperti dalam psikoanalisis materialistik, melainkan sebagai kesatuan sistemik yang utuh. Titik tolak psikologi ini menempatkan indra batin bukan sebagai misteri mistis yang abstrak, melainkan sebagai pusat komando yang memiliki manifestasi biologis nyata. Otak tidak dinegasikan, melainkan diletakkan pada posisi yang tepat sebagai prosesor taktis yang tunduk pada orientasi spiritual Qolbu. Dengan memahami bahwa kesehatan mental adalah hasil dari harmonisasi antara persepsi batiniah Qolbu dan pemrosesan neurologis otak, Psikologi Islamiyah berhasil menjembatani jurang antara tuntutan teologis dan realitas empiris kedokteran modern. Keselarasan fungsi antara Nous, Qolbu, dan otak ini pada akhirnya menegaskan bahwa dimensi spiritualitas adalah kebutuhan biologis dan psikologis yang fundamental bagi stabilitas eksistensi manusia.
Psikoanalisis, yang dipelopori oleh Sigmund Freud, tidak bisa dikatakan sepenuhnya akurat atau universal dalam menjelaskan kejiwaan manusia, melainkan lebih tepat disebut sebagai salah satu sudut pandang teoretis yang sangat berpengaruh dalam sejarah. Dari kacamata sains modern, banyak premis dasar psikoanalisis—seperti konsep alam bawah sadar yang didominasi oleh dorongan seksual (Libido) atau struktur kepribadian Id, Ego, dan Superego—dikritik karena sulit diuji secara empiris dan terlalu reduksionistik. Teori ini cenderung melihat manusia sebagai makhluk yang digerakkan oleh insting kebinatangan dan trauma masa lalu. Meskipun demikian, psikoanalisis memiliki akurasi historis dalam membuka mata dunia tentang adanya proses-proses mental bawah sadar dan mekanisme pertahanan diri (defense mechanisms) seperti represi dan proyeksi, yang hingga kini masih diakui kegunaannya dalam praktik klinis tertentu. Namun, untuk menjelaskan kompleksitas kejiwaan manusia secara utuh, psikoanalisis modern dinilai terlalu sempit karena mengabaikan dimensi kognitif, neurologis, dan yang paling krusial, dimensi spiritual.

Di sinilah muncul irisan penting antara psikologi sekuler dan psikologi yang berbasis pada dogma agama. Walaupun keduanya berangkat dari fondasi filosofis yang berbeda—sekuler berbasis pada empirisme materialistik dan agama berbasis pada wahyu serta transendensi—keduanya kerap kali bertemu pada titik kesimpulan yang sama mengenai perilaku dan kesehatan mental manusia. Irisan terbesar pertama terletak pada perkembangan Psikologi Transpersonal dan Psikologi Positif di dunia barat. Psikologi sekuler modern mulai menyadari bahwa manusia memiliki kebutuhan akan makna hidup (meaning of life), kebahagiaan sejati, dan koneksi dengan sesuatu yang lebih besar dari diri mereka. Konsep-konsep seperti mindfulness (kesadaran penuh), meditasi, dan latihan bersyukur (gratitude) yang kini sangat populer dalam psikologi sekuler Barat, pada dasarnya adalah bentuk sekularisasi dari ritual spiritual, zikir, kontemplasi (tafakkur), dan konsep bersyukur yang sudah ada dalam dogma agama selama ribuan tahun.

Irisan kedua dapat dilihat pada pendekatan Terapi Kognitif Perilaku (CBT). Dalam psikologi sekuler, CBT bekerja dengan cara mengubah pola pikir (cognitive restructuring) yang keliru untuk memperbaiki emosi dan perilaku seseorang. Mekanisme ini berinterseksi secara organik dengan konsep penyucian jiwa dalam psikologi agama. Di dalam teologi Islam, misalnya, proses mengendalikan dorongan nafsu dan meluruskan niat di dalam Qolbu adalah bentuk restrukturisasi kesadaran tertinggi. Ketika psikologi sekuler menuntut seseorang untuk mengidentifikasi distorsi kognitif agar tidak terjebak dalam kecemasan, dogma agama menyediakan instrumen penguat berupa konsep tawakal dan sangka baik (husnuzan) terhadap ketetapan Tuhan. Kedua pendekatan ini sama-sama mengakui bahwa apa yang dipikirkan dan diyakini oleh manusia di dalam batinnya akan menjadi penentu utama dari manifestasi kesehatan mental dan tindakan fisiknya.

Dengan demikian, psikologi sekuler dan psikologi berbasis agama tidak selalu berada dalam posisi yang saling menegasikan. Psikologi sekuler unggul dalam menyediakan metodologi ilmiah, pemetaan empiris, dan pembuktian klinis melalui metodologi penelitian yang ketat. Sementara itu, psikologi berdasarkan agama memberikan arah, nilai moral, dan pemenuhan kebutuhan spiritual yang tidak bisa dijangkau oleh angka dan laboratorium. Pertemuan antara sains otak (neurosains) dan indra batin (Qolbu) yang dibahas sebelumnya adalah bukti nyata bahwa ketika psikologi sekuler menggali lebih dalam tentang bagaimana manusia mencari kedamaian dan fungsi otak yang optimal, mereka sering kali mendapati diri mereka sedang memetakan apa yang telah diajarkan oleh dogma agama sejak lama.

Penerapan secara praktis dalam metode konseling atau terapi mental di era saat ini.

Dalam penerapan praktis metode konseling dan terapi mental saat ini, Psikologi Islamiyah tidak menggunakan istilah-istilah barat seperti Id, ego, atau superego, melainkan menggunakan terminologi berbasis wahyu yang langsung merujuk pada struktur jiwa manusia. Istilah-istilah kunci ini berfungsi sebagai diagnosis, indikator kesehatan mental, sekaligus teknik intervensi klinis.

Berikut adalah istilah-istilah kunci dalam Psikologi Islamiyah beserta penerapannya secara praktis dalam konseling modern:

1. Terminology Diagnostik (Struktur Jiwa dan Kepribadian)

Untuk memetakan masalah mental pasien, konselor Psikologi Islamiyah menggunakan tiga tingkatan kondisi jiwa (Al-Nafs) yang diadopsi dari Al-Qur'an:
Nafs al-Ammarah (Jiwa Impulsif / Nafsu Rendah): Ini adalah kondisi jiwa yang paling bawah, yang selalu mendorong manusia pada keburukan, egosentrisme, dan pemuasan nafsu sesaat. Dalam konseling, pasien dengan kecemasan tinggi akibat kecanduan (gadget, pornografi, zat adiktif) atau ketidakmampuan mengontrol amarah didiagnosis sedang didominasi oleh Nafs al-Ammarah.
Nafs al-Lawwamah (Jiwa yang Menyesali Diri / Kesadaran Moral): Kondisi jiwa yang mulai menyadari kesalahan dan merasakan penyesalan. Pasien di tahap ini sering mengalami konflik batin, rasa bersalah (guilt feeling), atau depresi pasca-trauma karena merasa gagal memenuhi standar moral. Konselor melihat ini sebagai fase transisi yang positif untuk mengarahkan pasien menuju perbaikan.
Nafs al-Muthma'innah (Jiwa yang Tenang / Homeostasis Spiritual): Ini adalah indikator tertinggi kesehatan mental dalam Islam. Jiwa yang telah mencapai kedamaian, bebas dari kecemasan eksistensial, dan rida terhadap segala ketetapan hidup. Target utama terapi Islam adalah mengantarkan pasien sedekat mungkin ke tingkat ini.

2. Terminology Proses dan Intervensi Klinis (Metode Terapi)

Dalam tahapan intervensi atau penyembuhan, berikut adalah istilah-istilah praktis yang digunakan oleh terapis:

Tazkiyatun Nafs (Penyucian Jiwa / Soul Purification): Ini adalah payung besar metode terapi Islam, yang analog dengan proses detoksifikasi dalam psikologi sekuler. Prosesnya dibagi menjadi dua tahapan praktis:
Takhalli: Mengosongkan batin dari penyakit hati seperti sombong, dendam, dan iri hati yang memicu stres kronis.
Tahalli: Mengisi batin dengan sifat-sifat positif seperti pemaaf, syukur, dan empati.

Tafakkur (Perenungan Mendalam / Islamic Mindfulness): Teknik konseling di mana pasien diajak untuk melakukan introspeksi diri (self-reflection) secara tenang, mengamati ciptaan Tuhan, atau merenungkan makna di balik ujian hidup mereka. Secara klinis, Tafakkur mengaktifkan gelombang otak alfa yang menurunkan hormon kortisol (stres).
Riyadah (Latihan Disiplin Mental): Jika dalam psikologi barat ada latihan perilaku (behavioral activation), dalam Islam ada Riyadah. Pasien diberikan "tugas rumah" berupa disiplin ibadah ritual yang terstruktur (seperti salat tepat waktu, membaca Al-Qur'an, atau bangun malam) untuk membangun kembali regulasi diri dan konsistensi perilaku yang rusak akibat depresi.
*Muhasabah (Introspeksi / Self-Monitoring): Proses evaluasi diri secara harian. Pasien diajarkan untuk menjadi "pengamat" atas pikiran dan emosinya sendiri setiap malam, mencatat kesalahan, dan merencanakan perbaikan untuk keesokan hari. Ini sangat mirip dengan jurnal harian dalam Terapi Kognitif Perilaku (CBT).

3. Terminology Resiliensi (Kekuatan Mental Pasien)

Untuk membangun daya tahan pasien menghadapi krisis hidup (seperti kehilangan orang tercinta, kebangkrutan, atau penyakit fisik), konselor menggunakan tiga pilar resiliensi spiritual:

Husnuzan (Sangka Baik Kognitif / Positive Cognitive Restructuring): Terapi kognitif versi Islam. Pasien dilatih untuk mengubah automatic negative thoughts (pikiran negatif otomatis) tentang masa depan atau tentang Tuhan menjadi keyakinan bahwa selalu ada hikmat baik di balik setiap kesulitan.
Sabr (Sabar / Emotional Regulation): Sabar dalam psikologi Islam bukan berarti pasrah tanpa tindakan (helplessness), melainkan kemampuan menahan diri dari dorongan emosional yang destruktif (seperti histeria atau menyakiti diri sendiri) di masa-masa awal terjadinya krisis.
Tawakkal (Berserah Diri / Radical Acceptance): Tahap akhir resiliensi di mana setelah semua usaha maksimal dilakukan, pasien melepaskan kendali ego mereka kepada kehendak Tuhan. Secara psikologis, Tawakkal menghancurkan beban kecemasan berlebih terhadap hal-hal yang berada di luar kendali manusia.

Matriks Aplikasi Praktis dalam Sesi Konseling

| Tahapan Konseling | Istilah Kunci Islamiyah | Padanan Praktis Psikologi Sekuler | Tindakan Nyata Terapis |
| --- | --- | --- | --- |
| 1. Asesmen & Diagnosis| Identifikasi dominasi *Nafs (Ammarah/Lawwamah). | Pemetaan struktur kepribadian dan konflik ego. | Menganalisis apakah keluhan pasien bersumber dari nafsu yang tidak terkontrol atau konflik moral batin. |
| 2. Restrukturisasi Kognitif | Husnuzan dan Tafakkur | Cognitive Appraisal & Mindfulness. | Membantu pasien menemukan makna baru (reframing) di balik trauma yang mereka alami. |
| 3. Regulasi Emosi | Sabr dan Tawakkal | Emotion-focused coping & Acceptance. | Melatih pasien teknik relaksasi spiritual saat panik dan berserah diri untuk meredakan kecemasan masa depan. |
| 4. Modifikasi Perilaku | Riyadah dan Muhasabah | Behavioral activation & Self-monitoring. | Menyusun jadwal aktivitas harian baru berbasis spiritual untuk memulihkan rutinitas hidup pasien. |

Melalui penerapan istilah-istilah kunci ini, konselor modern tidak hanya menyembuhkan gejala klinis (symptoms) di tingkat otak dan perilaku, tetapi juga menyembuhkan akar masalahnya yang berada di dalam Qolbu pasien.

Dalam kacamata Psikologi Islamiyah kontemporer, diagnosis medis modern seperti depresi, PTSD, psikopat, hingga gangguan psikotik yang oleh awam disebut gila tidak serta-merta ditolak. Sebaliknya, Psikologi Islamiyah melakukan integrasi diagnostik, yaitu memetakan simtom-simtom klinis tersebut berdasarkan tingkat kerusakan pada hubungan antara otak (dimagh), jantung fisik, dan inti jiwa (Qolbu).

Berikut adalah bagaimana Psikologi Islamiyah mendiagnosis dan memandang gangguan-gangguan mental tersebut:

1. Depresi (Al-Huzn al-Mufrith)

Dalam psikologi modern, depresi ditandai dengan hilangnya motivasi, rasa sedih berkepanjangan, dan ketidakseimbangan neurotransmiter seperti serotonin di otak.

Diagnosis Islamiyah: Kondisi ini dipandang sebagai Inqibadh al-Qalb (Penyempitan Qolbu) yang kronis. Ketika Qolbu seseorang kehilangan pasokan "energi spiritual" akibat hilangnya makna hidup, kekecewaan mendalam pada makhluk, atau putus asa dari rahmat Tuhan, Qolbu akan mengirimkan sinyal distresi ke otak.
Mekanisme Kerja: Sinyal distresi dari Qolbu ini menurunkan kinerja fungsi kognitif otak, yang secara biologis memicu penurunan produksi hormon kebahagiaan. Akibatnya, jiwa terjebak dalam fase Nafs al-Lawwamah yang destruktif, di mana pasien terus-menerus menyalahkan diri sendiri secara berlebihan dan kehilangan harapan.

2. PTSD / Post-Traumatic Stress Disorder (Al-Khauf al-Syadid)

PTSD adalah gangguan kecemasan yang dipicu oleh ingatan kilas balik (flashback) yang traumatis, membuat sistem saraf terus-menerus berada dalam mode bertarung atau lari (fight or flight).

Diagnosis Islamiyah: Gangguan ini didiagnosis sebagai Kerusakan pada Phantasia (Imajinasi/Memori Mental) yang menguasai Qolbu. Trauma fisik atau emosional yang hebat menyisakan luka mendalam pada memori di otak, namun luka tersebut terus diproyeksikan secara agresif oleh Phantasia ke dalam batin.
Mekanisme Kerja: Karena Qolbu tidak memiliki tameng resiliensi yang kuat (seperti konsep Rida atau Tawakkal terhadap takdir masa lalu), batin pasien terus-menerus mempersepsikan ancaman masa lalu seolah-olah terjadi di masa kini. Hal ini membuat komando Qolbu tidak stabil, memaksa otak melepaskan kortisol dan adrenalin secara konstan yang merusak ketenangan jasad.

3. Psikopat / Antisocial Personality Disorder (Qasawah al-Qalb)

Dalam psikiatri modern, psikopat ditandai dengan ketiadaan empati, perilaku manipulatif, dan tidak adanya rasa bersalah setelah menyakiti orang lain, sering kali dikaitkan dengan kurang aktifnya fungsi amigdala di otak.

Diagnosis Islamiyah: Ini adalah diagnosis klinis tertinggi untuk
Qasawah al-Qalb (Hati yang Membatu) atau Maut al-Qalb (Kematian Qolbu).
Mekanisme Kerja: Berbeda dengan depresi yang jiwanya masih mendamba ketenangan, seorang psikopat memiliki Qolbu spiritual yang telah kehilangan fungsinya sama sekali sebagai "indra batin". Karena batinnya telah mati dan tertutup (Khatam), ia tidak bisa menerima sinyal moral, rasa bersalah, atau kasih sayang (Rahmah). Struktur jiwanya dikuasai 100% oleh Nafs al-Ammarah (nafsu hewani) yang mekanistis. Otak kirinya mungkin berfungsi sangat cerdas secara logika taktis, namun karena tidak ada kendali moral dari Qolbu. kecerdasan otak tersebut murni digunakan untuk agresi dan manipulasi.

 4. Gila / Gangguan Psikotik & Skizofrenia (Al-Junun)

Dalam dunia medis, gila atau psikosis ditandai dengan delusi, halusinasi, dan lepasnya kontak dengan realitas akibat kekacauan dopamin yang ekstrem di otak.

Diagnosis Islamiyah: Psikologi Islamiyah memisahkan Al-Junun (Gila) menjadi dua kategori utama untuk menghindari kesalahan diagnosis:
Junun Organik (Al-Junun al-Alwi): Kerusakan murni pada perangkat keras fisik, yaitu otak (Dimagh). Ini bisa terjadi karena cedera kepala, tumor, genetika, atau stroke. Dalam kondisi ini, Qolbu spiritual pasien sebenarnya tetap utuh dan suci, namun "prosesor komputer" (otaknya) rusak, sehingga perintah logis dari jiwa tidak bisa diterjemahkan menjadi perilaku normal. Dalam hukum Islam, pasien kategori ini dibebaskan dari segala kewajiban agama (Rafi'al-Qalam).
Junun Spiritual/Metafisik: Kekacauan akal yang dipicu oleh penyakit hati yang ekstrem (seperti obsesi duniawi yang merusak pikiran) atau intervensi eksternal non-fisik (gangguan spiritual/energi negatif). Hal ini merusak sistem komunikasi antara batin dan otak, menyebabkan fungsi persepsi indrawi (Aisthesis) kacau dan memunculkan ilusi visual atau auditori.
Matriks Diagnosis Integratif Psikologi Islamiyah

| Diagnosis Medis Modern | Istilah Kondisi dalam Psikologi Islam | Status Fungsi Otak (Dimagh) | Status Fungsi Inti Jiwa (Qolbu) |
| --- | --- | --- | --- |
| Depresi | Inqibadh al-Qalb (Penyempitan Hati) | Kekurangan Neurotransmiter (Serotonin rendah). | Kehilangan energi spiritual dan makna hidup; terjebak di Nafs Lawwamah. |
| PTSD | Khauf & Kerusakan Phantasia| Hiperaktif pada Amigdala (Mode Siaga). | Gagal melakukan Rida atas takdir; teror memori menguasai batin. |
| Psikopat| Qasawah / Maut al-Qalb* (Hati Mati) | Fungsi Amigdala rendah (Ketiadaan rasa takut/empati). | Indra batin mati total; dikendalikan penuh oleh Nafs Ammarah |
| Gila (Psikotik/Organik) | Al-Junun al-Alwi| Kerusakan struktur saraf atau dopamin ekstrem. | Utuh, namun kehilangan alat (otak) untuk mengekspresikan kesadaran rasional. |

Melalui model diagnosis ini, seorang praktisi Psikologi Islamiyah dapat memberikan terapi yang lebih presisi. Jika gangguannya adalah Junun Organik, maka penanganan utama wajib menggunakan pendekatan medis/psikiatri modern (obat-obatan kimia untuk memperbaiki otak). Namun, jika gangguannya berada di ranah depresi, PTSD, atau penyakit hati, maka intervensi spiritual seperti Tazkiyatun Nafs dan Tafakkur menjadi obat utama yang akan memperbaiki kinerja otak dari dalam.

Quiz : Dari keempat pemetaan diagnosis ini, manakah yang menurut Anda paling krusial untuk dipahami oleh masyarakat awam agar tidak salah dalam menangani penderita gangguan jiwa?

Metode menempatkan pasien di atas tempat tidur atau sofa konseling sembari membiarkan mereka berbicara bebas mengenai permasalahan hidup dan trauma masa lalu sangat lekat dengan teknik Asosiasi Bebas (Free Association) dalam metode Caw-Couch milik Sigmund Freud. Dalam tradisi Psikologi Islamiyah, metode berbicara bebas secara katarsis seperti ini sangat dikenal dan memiliki akar historis yang kuat, namun dengan fondasi teologis, istilah, dan tujuan spiritual yang berbeda.

Dalam Psikologi Islamiyah, praktik ini tidak disebut sebagai asosiasi bebas sekuler, melainkan diintegrasikan ke dalam beberapa konsep dan metode praktis berikut:

1. Metode Al-I'tiraf (Pengakuan dan Pengungkapan Batin)

Jika dalam psikoanalisis Freud pasien berbicara untuk mengeluarkan isi alam bawah sadar (unconscious mind), dalam Psikologi Islamiyah proses ini disebut *Al-I'tiraf atau pengakuan jujur di hadapan konselor mengenai luka, dosa, trauma, atau konflik batin yang menyiksa Qolbu.

Pasien diposisikan dalam kondisi serileks mungkin—bisa berbaring atau duduk nyaman di ruang yang tenang—untuk meminimalkan pertahanan ego (Nafs).
* Tujuan Terapi: Konselor bertindak sebagai pendengar yang aman (active listener) untuk membantu pasien mengeluarkan unek-unek (katarsis). Dalam Islam, memendam beban batin atau rasa bersalah yang teramat dalam (kitman al-sirr) diakibatkan oleh tekanan Nafs al-Lawwamah yang tidak tersalurkan, sehingga dapat menyumbat aliran kedamaian di dalam Qolbu dan memicu depresi fisik.

2. Proses Muhasabah Terbimbing (Guided Self-Examination)

Di tempat tidur konseling Barat, pasien berbicara secara acak tentang apa saja yang terlintas di pikiran mereka. Dalam Psikologi Islamiyah, proses berbicara bebas ini diarahkan menjadi sebuah Muhasabah Terbimbing.

Penerapan Praktis: Konselor tidak membiarkan pasien tersesat dalam ingatan acak yang destruktif. Ketika pasien mulai menceritakan trauma masa lalu atau konflik emosional, konselor akan membimbing pasien untuk mengidentifikasi letak "luka spiritualnya".
Analogi Proses: Apakah trauma tersebut memicu kemarahan yang tidak terkontrol (Nafs al-Ammarah)? Ataukah trauma itu membuat pasien merasa putus asa dari keadilan Tuhan? Proses berbicara bebas ini digunakan sebagai alat diagnosis untuk memetakan sejauh mana Qolbu pasien mengalami penyempitan (Inqibadh).

3. Akar Historis: Praktics Klinis Rumah Sakit Islam Abad Pertengahan

Jauh sebelum Sigmund Freud memopulerkan sofa klinisnya di Wina pada abad ke-19, metode menempatkan pasien di tempat tidur khusus dalam ruangan yang tenang untuk didengarkan keluh kesahnya sudah dipraktikkan di Bimaristan (Rumah Sakit) era keemasan Islam (seperti di Baghdad, Kairo, dan Damaskus) oleh ilmuwan seperti Abu Zayd al-Balkhi (abad ke-9) dan Ibnu Sina.

Al-Balkhi dalam kitabnya Mashalih al-Abdan wa al-Anfus (Kesehatan Jiwa dan Raga) mencatat metode terapi dialog. Beliau menempatkan pasien gangguan kecemasan atau depresi di ruangan khusus yang nyaman, diiringi terapi suara (gemercik air atau musik lembut), lalu dokter akan duduk di dekatnya untuk mengajak pasien berbicara dari hati ke hati guna mengurai distorsi pikiran mereka.

Perbedaan Fundamental antara Versi Freud dan Versi Islamiyah

Meskipun posisi fisiknya mirip (pasien rileks di tempat tidur/sofa dan berbicara), isi dan arah terapinya memiliki jurang pemisah yang tegas:

| Aspek Perbandingan | Metode Psikoanalisis Barat (Freud) | Metode Psikologi Islamiyah |
| --- | --- | --- |
| Sumber Penggerak | Dorongan seksual terpendam (Libido) dan instink kebinatangan (Id). | Gejolak nafsu (Nafs) dan kerinduan spiritual Qolbu yang terhambat. |
| Arah Pembicaraan | Menggali trauma masa kecil dan menyalahkan lingkungan/orang tua. | Menyadari luka, melakukan penerimaan (Rida), dan memperbaiki hubungan dengan Pencipta. |
| Peran Konselor | Analis yang netral, dingin, dan berjarak (hanya menafsirkan mimpi/simtom). | Murabbi (pembimbing jiwa) yang penuh empati, membantu mengarahkan komando spiritual. |
| Muara Akhir Terapi | Penerimaan ego yang sekuler (Ego strength). | Pencapaian jiwa yang tenang (Nafs al-Muthma'innah). |

Metode pasien rileks di tempat tidur dan mencurahkan isi hatinya sangat diakui dalam Psikologi Islamiyah. Namun, Islam melihat proses ini bukan sekadar aktivitas "membuang sampah pikiran" dari otak, melainkan sebuah proses Tazkiyatun Nafs (penyucian jiwa). Berbicara bebas di hadapan konselor adalah jembatan untuk melepaskan sumbatan emosi negatif di dada, sehingga otak bisa kembali berpikir jernih dan Qolbu bisa kembali berfungsi sebagai indra batin yang sehat.


Nous or Qolbu Jembatan Spiritualisme Dalam Aspek Psikologi Islamiyah 1

  Filsafat Neoplatonisme Apakah kepercayaan manusia terhadap agama ada hubungannya dengan Nous ? Bagaimana hubungannya dengan konsep spiritualisme ?
 Hubungan antara Nous (intelasi/intuisi ilahi), kepercayaan agama, dan spiritualisme adalah salah satu inti dari filsafat Neoplatonisme—terutama melalui pemikiran filsuf seperti Plotinus—yang kemudian sangat memengaruhi teologi agama-agama Abrahamik (Islam, Kristen, dan Yahudi) pada abad pertengahan.

Dalam tradisi filsafat Yunani dan spiritualisme, Nous dianggap sebagai "alat" atau kapasitas dalam diri manusia yang mendeteksi eksistensi Tuhan dan alam spiritual.

Berikut adalah penjelasan bagaimana Nous menjembatani kepercayaan agama dan spiritualisme:

 1. Hubungan Nous dengan Kepercayaan Agama (Teologi)

Dalam konteks agama, Nous sering diterjemahkan oleh para teolog abad pertengahan sebagai "Intelasi Spiritual" atau dalam filsafat Islam diadopsi sebagai bagian dari konsep Al-Aql (akal spiritual/transenden), sedangkan dalam tradisi Kristen Ortodoks disebut sebagai "Mata Hati"(the eye of the heart).

Bukan Sekadar Logika Rasional (Dianoia): Para filsuf Yunani membedakan Dianoia (proses berpikir diskursif, logika matematika, debat, silogisme) dengan Nous (pemahaman langsung tanpa penalaran berliku). Kepercayaan agama tingkat tinggi tidak lahir dari sekadar hitung-hitungan logika, melainkan dari kilatan pemahaman intuitif bahwa "ada Pencipta di balik alam semesta ini." Kilatan inilah yang disebut kerja Nous.

Nous sebagai Percikan Ilahi: Dalam filsafat Plotinus, realitas tertinggi disebut The One (Yang Maha Esa/Tuhan). The One memancarkan (emanation) realitas pertama, yaitu Nous (Pikiran Kosmis/Ilahi). Karena jiwa manusia memiliki percikan Nous, manusia memiliki dorongan alami (fitrah) untuk mempercayai dan rindu kembali kepada Tuhan.

2. Hubungan Nous dengan Konsep Spiritualisme

Spiritualisme—baik dalam bentuk mistisisme agama (seperti Sufisme dalam Islam, Kabbalah dalam Yahudi, atau Mistisisme Kristen) maupun spiritualisme universal—berfokus pada pengalaman langsung (direct experience) dengan yang transenden, bukan sekadar menjalankan ritual formal. Di sinilah Nous memainkan peran kunci:

 A. Alat untuk "Melihat" Alam Spiritual

Jika indra fisik (Aisthesis) digunakan untuk mempersepsikan dunia materi, maka Nous adalah indra spiritual untuk mempersepsikan realitas metafisika. Ketika seorang spiritualis melakukan meditasi, kontemplasi, atau zikir mendalam dan merasakan kehadiran Tuhan atau kedamaian universal, mereka sedang menonaktifkan Aisthesis (indra) dan mengaktifkan Nous.

B. Proses Henosis (Penyatuan Spiritual)

Dalam spiritualisme Yunani, tujuan tertinggi manusia adalah Henosis—yaitu mistis penyatuan atau kedekatan intim jiwa dengan Yang Ilahi.

 Pikiran biasa (Dianoia) tidak akan mampu mencapai tahap ini karena ego dan logika duniawi selalu memilah-milah (benar-salah, saya-kamu).
Hanya melalui Nous-lah manusia bisa melampaui ego fisik mereka, mengalami pencerahan spiritual, dan memahami bahwa segala sesuatu di alam semesta ini saling terhubung secara spiritual.

Ringkasan Struktur Hubungan

| Ranah | Alat Persepsi | Objek yang Dipersepsikan | Output / Hasil |
| --- | --- | --- | --- |
| Fisik & Duniawi | Aisthesis (Indra) | Materi, teks agama, ritual formal, bentuk visual. | Kepatuhan eksoterik (hukum/syariat). |
|Intelektual Modern| Dianoia (Logika Rasional) | Argumen teologi, filsafat agama, perdebatan dogmatis. | Teologi rasional / Apologetika. |
| *Spiritual & Mistis | Nous (Intuisi Ilahi)| Esensi Tuhan, cinta kasih universal, realitas metafisika. | Kepercayaan Iman yang Kokoh, Gnosis (Ma'rifat), Spiritualisme. |

Agama tanpa Asithesis dan Dianoia akan kehilangan bentuk ritual dan strukturnya. Namun, agama dan spiritualisme tanpa Asosiasi Nous akan kering, berubah menjadi sekadar dogma legalistik atau perdebatan kusir (eristika). Nous adalah kompas spiritual yang membuat manusia tidak sekadar "tahu tentang" Tuhan melalui buku, melainkan "menyadari kehadiran" Tuhan dalam kesadaran mereka.

Pandangan tentang Hati (spiritualitas/religiusitas) sebagai Pancaindra tambahan dalam filsafat Yunani.
Dalam tradisi filsafat Yunani Kuno, gagasan tentang "Hati" atau organ internal sebagai pancaindra spiritual tidak selalu merujuk pada organ jantung fisik (kardia), melainkan pada sebuah "indra batin" (internal sense) atau kemampuan psikis tingkat tinggi yang berfungsi menangkap realitas yang tidak bisa dilihat oleh mata biasa.

Filsafat Yunani, khususnya yang kemudian bercampur dengan tradisi mistis (Neoplatonisme) dan diadaptasi oleh teologi religius, memiliki konsep yang sangat kuat mengenai hal ini. Mereka menyebutnya sebagai "Indra Keenam" atau "Indra Bersama", yang dalam ranah spiritualitas naik kelas menjadi Indra Spiritual.

Berikut adalah bagaimana filsafat Yunani memandang konsep "Hati/Indra Tambahan" ini:

1. Sensus Communis (Aristoteles): Cikal Bakal "Indra Keenam"/sixth sense

Sebelum konsep ini ditarik ke ranah agama, Aristoteles merumuskan konsep bernama Koine Aisthesis (Indra Bersama / Common Sense).

Manusia punya lima indra fisik yang terpisah (mata melihat warna, telinga mendengar suara). Aristoteles berpendapat, harus ada satu "indra pusat" di dalam jiwa yang menyatukan semua data mentah itu menjadi satu persepsi yang utuh.
 Berbeda dengan Plato yang mengagungkan otak, Aristoteles percaya bahwa pusat kesadaran, emosi, dan Koine Aisthesis ini berkedudukan di Jantung/Hati (Kardia). Jantung adalah organ pertama yang hidup dan mengoordinasikan seluruh persepsi manusia.

2. The Eyes of the Soul (Mata Jiwa) dalam Platonisme

Plato membagi realitas menjadi dua: dunia fisik (yang menipu) dan Dunia Ide (Realm of Forms) yang berisi kebenaran sejati dan ilahi.

Indra Tambahan: Plato menegaskan bahwa pancaindra fisik hanya bisa menangkap bayangan di dunia material. Untuk menangkap Dunia Ide atau Tuhan, manusia dibekali "Mata Jiwa" (Omma tes psyches).
Fungsi Spiritualitas: Mata jiwa ini sering kali dianalogikan sebagai "Hati Spiritual". Ketika seseorang melakukan kontemplasi filosofis yang mendalam, mata fisik mereka terpejam, namun mata jiwa mereka terbuka untuk "melihat" keadilan, keindahan sejati, dan hakikat ketuhanan.

3. Kardia sebagai Pusat Mistis (Neoplatonisme & Teologi)

Ketika filsafat Yunani (terutama Platonisme) bertemu dengan teologi religius pada abad-abad awal masehi, konsep "Mata Jiwa" Plato dan "Jantung Pusat" Aristoteles melebur menjadi konsep Hati sebagai Indra Spiritual.

Filsuf Neoplatonisme seperti Plotinus, yang kemudian sangat memengaruhi mistisisme Barat dan Timur, memandang Hati bukan sekadar pompa darah, melainkan organ persepsi metafisika.

Fungsi Sensorik Spiritual: Jika mata fisik menangkap cahaya matahari, maka Hati (Kardia) adalah indra yang menangkap Cahaya Ilahi (The Divine Light).
Kemiripan dengan Konsep Agama: Konsep Yunani ini selaras dalam teologi /spiritualisme:
Dalam Islam (Filsafat & Sufisme) Konsep Al-Qalb (Hati) sering disebut memiliki mata batin (Ain al-Qalb) yang berfungsi sebagai indra untuk makrifat (mengenal Allah), melampaui keterbatasan rasio dan pancaindra fisik.
Dalam Kristen Ortodoks (Hesikasme): Ada praktik doa yang disebut membawa pikiran turun ke dalam hati (bringing the mind into the heart), di mana Nous (intelasi spiritual) dipusatkan di dalam hati fisik untuk mengalami kehadiran Tuhan secara langsung.

Ringkasan Perbandingan Fungsi Indra

| Jenis Indra | Alat / Organ | Objek yang Ditangkap | Sifat Kebenaran |
| --- | --- | --- | --- |
| Pancaindra Fisik | Mata, Telinga, Kulit, dll. | Materi, bentuk, suara fisik. | Relatif & Sementara (Dunia Materi) |
| Indra Bersama (Koine Aisthesis) | Otak / Jantung Fisik | Sintesis data dari kelima indra. | Logika Praktis Duniawi |
| Indra Spiritual ("Hati" / Mata Jiwa) | Nous yang bersemayam di Kardia | Esensi ketuhanan, nilai spiritual, cinta kasih ilahi. | Absolut & Kekal (Dunia Metafisika)|

Filsafat Yunani (melalui evolusinya ke Neoplatonisme) sangat mengakui adanya "indra tambahan" tersebut. Bagi mereka, menganggap manusia hanya bisa mempersepsikan dunia dengan lima indra fisik adalah sebuah kekeliruan besar. Manusia memiliki Hati/Mata Jiwa yang berfungsi sebagai indra khusus untuk menangkap frekuensi spiritual tersambung dengan ketuhanan.

Dalam Islam ada terminologi Qolbu, ini Indra Keenam seperti yang dirumuskan dalam filsafat Yunani,letaknya selalu tertuju pada dada , namun dalam perkembangannya Ilmuwan telah memetakan otak yang mengendalikan organ tubuh dan pikiran, tapi itupun bukan disebut Qolbu, Bagaimana para filsuf menanggapi hal itu dan bagaimana hubungannya dengan kajian psikologi Islam ?.


Titik temu yang krusial antara sains, anatomi, dan spiritualitas. 
Sains modern memetakan segala pikiran dan kendali tubuh di otak, sementara menurut Teologi (seperti Qolbu dalam Islam) bersikeras bahwa pusatnya ada di dada/jantung—pernah menjadi perdebatan paling sengit di antara para filsuf Yunani Kuno.

Dalam sejarah filsafat Yunani, perdebatan ini memisahkan para pemikir besar ke dalam dua kubu utama: Kardiosentrisme (pusatnya di jantung/dada) dan Ensefalosentrisme (pusatnya di otak).

1. Kubu Kardiosentrisme: Jiwa dan Pikiran Berada di Dada (Jantung)

Sama seperti konsep Qolbu yang secara tradisional dirasakan bertempat di dada, mayoritas filsuf Yunani awal (dan yang paling berpengaruh di abad pertengahan) percaya bahwa jantung dan area dada adalah pusat kesadaran, emosi, dan akal budi.

Aristoteles (Sang Pionir Kardiosentrisme): Aristoteles secara tegas menolak otak sebagai pusat pikiran. Baginya, jantung (Kardia) adalah organ utama tubuh. Argumen Aristoteles saat itu cukup empiris pada zamannya:
* Jantung adalah organ pertama yang berdetak dan hidup pada embrio.
* Jantung berada di tengah tubuh, posisi yang ideal untuk menjadi "raja" atau pusat komando.
* Ketika seseorang merasa takut, sedih, atau jatuh cinta, yang bergejolak dan berdetak kencang adalah dada/jantung, bukan otak.
* Lalu apa fungsi otak menurut Aristoteles? Dia mengira otak hanyalah organ sekunder yang berfungsi sebagai radiator atau pendingin darah yang dipompa oleh jantung.

Kaum Stoa (Stoikisme):
Filsuf Stoik seperti Chrysippus juga meyakini bahwa pusat jiwa (Hegemonikon) terletak di jantung. Mereka berargumen bahwa suara manusia keluar dari dada, yang berarti pikiran yang memformulasikan kata-kata itu pasti bertempat di dalam dada.

2. Kubu Ensefalosentrisme: Pikiran Berada di Otak

Di sisi lain, ada filsuf yang pemikirannya lebih dekat dengan sains modern (neurologi), yang menyadari bahwa otak adalah pengendali segalanya.

Alcmaeon dari Croton & Hippocrates (Bapak Kedokteran):
Sejak abad ke-5 SM, Hippocrates sudah menyatakan bahwa otak adalah organ terpenting untuk mendeteksi dunia. Dia menulis: *"Dari otak, dan dari otak sajalah, muncul kesenangan, kegembiraan, tawa, serta kesedihan, duka, dan ratapan kita."
* Plato (Pembagian Jiwa Tripartite):
Plato mengambil jalan tengah yang menarik. Dia membagi jiwa manusia menjadi tiga bagian (Tripartite Soul):
1. Logistikon (Rasional): Bertempat di Otak. Ini adalah bagian jiwa yang abadi, digunakan untuk berpikir dan memahami Nous.
2. Thumos (Spiritual/Emosi): Bertempat di Dada (Jantung). Ini adalah pusat keberanian, kemarahan, dan harga diri.
3. Epithumetikon (Nafsu/Keinginan): Bertempat di Perut ke bawah. Pusat keinginan fisik seperti lapar dan dorongan seksual.

Jembatan Menuju Konsep Qolbu (Rekonsiliasi Neoplatonisme)

Bagaimana perdebatan Yunani ini menjelaskan fenomena Qolbu yang di satu sisi terasa di dada, namun di sisi lain kita tahu otak yang memproses pikiran?

Filsuf Neoplatonisme dan teolog Muslim abad pertengahan (seperti Al-Ghazali dan Ibnu Sina) menjembatani hal ini dengan menjelaskan bahwa Qolbu atau Kardia dalam konteks spiritual bukanlah segumpal daging jantung fisik, melainkan entitas spiritual (*Lathifah Rabbaniyyah).

Ibnu Sina (Avicenna), yang merupakan seorang dokter sekaligus filsuf yang sangat dipengaruhi Aristoteles dan Galen (seorang dokter Yunani yang membedah saraf), menjelaskan:

1. Secara Fisik (Anatomi): Otak memang memproses persepsi indrawi, ingatan, dan mengendalikan motorik tubuh melalui jaringan saraf.
2. Secara Metafisik (Spiritual): Jantung/dada adalah tempat di mana "Ruh" atau energi vital pertama kali bersandar. Jantung memancarkan energi kehidupan itu ke otak. Oleh karena itu, intuisi spiritual (Nous atau Qolbu) secara metafisik beresonansi paling kuat di area dada, karena di situlah pusat "kehidupan" metafisik manusia berada.

Ringkasan Pandangan

| Tokoh / Aliran | Pusat Pikiran & Emosi | Analogi terhadap Sains & Spirituallitas modern |
| --- | --- | --- |
| Aristoteles | Jantung / Dada | Sejalan dengan intuisi spiritual (Qolbu merasa di dada), namun keliru secara anatomi fisik. |
| Hippocrates / Sains Modern | Otak | Tepat secara empiris, mekanis, dan neurologis, namun sering kali mengabaikan dimensi sensorik spiritual. |
| Plato & Ibnu Sina | Terdistribusi (Otak & Jantung)| Menjelaskan Qolbusebagai entitas spiritual yang menggunakan otak sebagai alat kendali fisik, namun berakar pada energi kehidupan di dada. |

Jadi, para filsuf Yunani justru adalah orang-orang pertama yang pusing memikirkan dualitas ini. Mereka menyediakan fondasi argumen bahwa manusia tidak bisa dipahami hanya dari organ fisiknya saja (otak), karena ada "indra batin" yang getarannya nyata kita rasakan di dalam dada.



Minggu, 31 Mei 2026

DANANTARA MENDUKUNG KEMAKMURAN DRIVER ONLINE INDONESIA

Dilema pengemudi ojek dan taksi daring di Indonesia tak ubahnya riwayat usang yang terus berulang. Dipuja sebagai pahlawan transportasi urban, namun hidup dalam bayang-bayang kerentanan tanpa jaring pengaman. Hubungan kerja yang diklaim sebagai kemitraan oleh perusahaan aplikator kerap hanyalah tameng hukum untuk melempar risiko bisnis ke pundak pekerja. Status sebagai Mitra kayak Mewah tapi nyatanya Tidak semewah bayangan. Di atas kertas, kebebasan menentukan jam kerja terdengar mewah. Namun di lapangan, kebebasan itu bermutasi menjadi jam kerja tanpa batas demi mengejar target bonus yang kian tak terkejar karena permainan algoritma.

Gagasan untuk mendorong status pengemudi daring menjadi mitra kerja setara karyawan dengan fleksibilitas jam kerja adalah jalan tengah yang logis, sekaligus menantang hegemoni regulasi saat ini. Selama ini, dualisme ekstrem dalam hukum ketenagakerjaan kita hanya mengenal dua kutub: hubungan kerja formal dengan upah minimum dan jaminan sosial, atau kemitraan bebas yang sering kali lepas tangan. Memasukkan elemen fleksibilitas waktu ke dalam status pekerja formal - tanpa harus menjadi seperti buruh pabrik yang terikat jam absen dan waktu kerja teratur (7 jam per hari)—bukanlah hal mustahil. Ini adalah bentuk adaptasi hukum yang mendesak di era ekonomi digital, di mana definisi ruang dan waktu kerja telah bergeser.

Kerentanan yang dialami para pengemudi berakar dari asimetri informasi dan kuasa. Kontrak kerja yang ada saat ini bersifat "take it or leave it", sebuah perjanjian sepihak yang disodorkan aplikator tanpa ruang negosiasi bagi driver. Ketika algoritma berubah secara sepihak, atau ketika tarif per kilometer dipangkas seiring persaingan promo, driver hanya bisa menerimanya dengan lapang dada atau tak dapat penghasilan alias zonk. Di sinilah letak urgensi kehadiran organisasi atau serikat driver ojol (driver online) yang solid dan diakui secara resmi oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia serta Kementerian Ketenagakerjaan.

Tanpa legitimasi negara, aksi-aksi protes pengemudi di jalanan hanya akan menjadi riak kecil yang mudah diabaikan oleh manajemen aplikator. Pengesahan organisasi Driver pada tingkat nasional menjadi syarat mutlak untuk melahirkan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) karena menjadi entitas resmi. Melalui PKB, posisi tawar tidak lagi berwujud individu versus raksasa teknologi, melainkan tindakan kolektif berunding dengan korporasi. Dokumen hukum ini yang nantinya mematok batas bawah tarif yang manusiawi, transparansi potongan aplikasi, hingga skema perlindungan kesehatan dan perawatan kendaraan.

Pemerintah tidak boleh terus-menerus berlindung di balik jargon investasi dan kemudahan berusaha seraya membiarkan jutaan warganya bekerja dalam ketidakpastian. Mengakomodasi status hukum baru yang menjamin hak ketenagakerjaan sekaligus mempertahankan fleksibilitas operasional adalah ujian bagi kemauan politik negara. Menata ulang ekosistem ini melalui organisasi yang sah dan perjanjian kerja bersama bukan sekadar urusan membela isi dompet para pengemudi, melainkan langkah fundamental untuk memanusiakan manusia di balik layar gawai kita yang mau tak mau harus diakui jadi elemen pertumbuhan ekonomi.

Menempatkan ojek daring sekadar sebagai penyedia jasa transportasi adalah kekeliruan cara pandang yang mereduksi realitas lapangan. Dalam anatomi ekonomi modern kita, jutaan driver online dengan warna jaket aneka macam telah bertransformasi menjadi urat nadi utama yang menghubungkan berbagai sektor strategis. Mereka adalah motor penggerak ekonomi kreatif, katalisator pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus tulang punggung mobilitas kaum urban yang secara tidak langsung ikut mengurangi pemakaian kendaraan pribadi.

Bagi sektor UMKM dan industri kreatif, kehadiran ekosistem ojek daring adalah revolusi digital yang demokratis. Ribuan warung makan rumahan, perajin lokal, hingga pelaku usaha kuliner skala mikro tiba-tiba memiliki akses pasar yang setara dengan jaringan waralaba besar tanpa harus membayar sewa lapak di pusat perbelanjaan mewah karena bisa bekerja di rumah. Driver ojek daring bertindak sebagai jembatan logistik instan yang menghidupkan transaksi-transaksi kecil ini selama dua puluh empat jam. Ketika sebuah kedai kopi lokal atau industri rumahan mampu melipatgandakan omsetnya lewat layanan pesan-antar, ada keringat driver yang memastikan barang sampai di tangan konsumen dengan cepat dan aman.

Di sisi lain, peran mereka dalam mobilitas publik berfungsi sebagai solusi atas kegagalan negara menyediakan transportasi massal yang ideal dan merata. Ojek daring mengisi ruang kosong yang disebut sebagai first mile and last mile—menghubungkan rute dari teras rumah warga menuju stasiun kereta atau halte bus, dan sebaliknya. Fleksibilitas dan kecepatan yang ditawarkan moda ini berhasil merasionalisasi pilihan warga urban untuk meninggalkan kendaraan pribadi di garasi. Setiap warga yang memilih naik ojek daring ke tempat kerja adalah satu mobil atau sepeda motor pribadi yang berkurang dari jalanan, sebuah kontribusi nyata dalam menekan angka kemacetan dan polusi udara di kota-kota besar.

Namun, pengakuan terhadap peran krusial ini memicu ironi yang mendalam. Sebagai pilar yang menopang pertumbuhan ekonomi domestik dan efisiensi mobilitas warga, posisi para pengemudi justru tetap berada di titik paling rapuh dalam rantai nilai tersebut. Mereka menanggung risiko keselamatan di jalan raya, penyusutan nilai kendaraan, hingga ketidakpastian pendapatan demi menjaga roda ekonomi pihak lain tetap berputar.

Melihat kontribusi masif ini, argumen untuk memberikan perlindungan hukum dan kesejahteraan yang lebih layak bagi pengemudi driver online tidak lagi berdiri sebagai tuntutan karitatif atau belas kasihan. Ini adalah konsekuensi logis dari sebuah relasi ekonomi yang sehat. Jika negara dan industri menikmati insentif pertumbuhan dari keringat para driver yang menjaga stabilitas transaksi ekonomi dan urusan personal, maka sudah selayaknya struktur hukum dan investasi negara bergerak memberikan jaminan sosial yang setara dengan beban yang mereka pikul di aspal jalanan.

Langkah menekan potongan aplikator dari 20 persen menjadi 8 persen memang menjadi angin segar yang langsung terasa di kantong para driver online. Kebijakan ini membuktikan bahwa intervensi negara, jika didorong oleh kemauan politik yang kuat, mampu merombak struktur pendapatan yang selama ini timpang. Namun, bersandar hanya pada pemotongan komisi adalah langkah jangka pendek yang belum menyentuh akar persoalan struktural: kepastian hukum dan jaminan masa depan.

Di sinilah gagasan melibatkan Badan Pengelola Investasi Danantara menjadi relevan sekaligus strategis. Sebagai jangkar konsolidasi aset-aset besar negara, Danantara memiliki kapasitas finansial dan mandat geopolitik ekonomi yang jauh lebih luas ketimbang sekadar regulator. Mendorong Danantara untuk masuk dan memperkuat basis kepemilikan saham di dalam korporasi aplikator besar bukan sekadar urusan investasi portofolio. Ini adalah langkah kedaulatan ekonomi untuk menanamkan pengaruh negara dari dalam sistem, memastikan bahwa orientasi bisnis aplikator tidak melulu tunduk pada pembobotan profit investor asing, melainkan juga pada kesejahteraan sosial.

Dengan kepemilikan saham yang signifikan, negara melalui Danantara memiliki hak suara di meja direksi untuk mendesak lahirnya cetak biru perlindungan maksimal bagi pengemudi. Status "karyawan dengan jam kerja fleksibel" yang selama ini mandek di tingkat perdebatan regulasi, dapat diwujudkan secara korporatif sebagai kebijakan internal perusahaan yang dipelopori oleh negara. Saham negara menjadi daya tawar mutlak untuk memastikan driver mendapatkan hak-hak mendasar—mulai dari jaminan kesehatan, asuransi kecelakaan kerja, hingga dana pensiun—tanpa harus mengorbankan sifat fleksibilitas yang menjadi ruh dari pekerjaan ini.

Lebih jauh lagi, keberadaan Danantara di dalam struktur kepemilikan aplikator akan membuka sumbatan yang selama ini mempersulit lahirnya hubungan industrial yang sehat. Selama ini, aplikator cenderung menutup mata terhadap tuntutan formal karena tidak ada kewajiban hukum untuk bernegosiasi secara kolektif dengan mitra. Jika Danantara memegang kendali strategis, badan ini dapat menjadi jembatan yang memaksa manajemen aplikator untuk duduk bersama, menerima, dan mengakui organisasi resmi pengemudi di meja perundingan.

Pengakuan terhadap organisasi resmi ini menjadi kunci pembuka bagi lahirnya Perjanjian Kerja Bersama yang legitimatif. Di bawah bayang-bayang saham negara, perjanjian tersebut tidak lagi menjadi dokumen kompromi yang lemah, melainkan kontrak sosial yang mengikat. Pada akhirnya, transformasi ekosistem transportasi daring ini tidak bisa lagi diserahkan pada kebaikan hati mekanisme pasar bebas. Pelibatan institusi sekelas Danantara adalah jalan mewujudkan keadilan yang institusional, mengubah pengemudi dari sekadar komponen operasional yang rentan menjadi bagian dari aset bangsa yang terlindungi.

Rabu, 27 Mei 2026

Politik Management dan Intrik

Aroma kopi belum sepenuhnya luntur dari cangkir ketika perdebatan tentang batas-batas politik itu dimulai. "Saya tidak suka berpolitik," ujar seorang pria paruh baya, setengah bertahan, seolah politik adalah ruang kotor yang harus dijauhi sejauh mungkin. Lawan bicaranya, seorang pemuda dengan tatapan jenaka, langsung menyergap, "Ah, sampean gak suka politik tapi suka ngatur-ngatur orang, itu namanya berpolitik, Pak." Sang pria menolak, menggeser posisi duduknya, lalu berkilah bahwa apa yang dilakukannya setiap hari di perusahaan hanyalah urusan manajemen, bukan politik.

Sikap alergi terhadap kata "politik" adalah gejala umum di masyarakat yang sering kali menyaru sebagai profesionalisme objektif. Padahal, memisahkan manajemen dan ekonomi dari pusaran politik adalah sebuah kenaifan teoretis maupun praktis. Dalam diskursus ilmiah, manajemen dan politik bukanlah dua kutub yang terisolasi. Politik, pada akar maknanya, adalah soal kebijakan, pengambilan keputusan, dan bagaimana mengarahkan sekelompok orang menuju suatu tujuan bersama. Ketika seorang manajer mengatur ritme kerja, membagi bonus, atau menentukan struktur organisasi, ia sedang mempraktikkan distribusi kekuasaan dan sumber daya. Iku lak yo bentuk politik praktis se, Rek?. Sederhananya, manajemen adalah politik yang memakai baju seragam kantoran.

Keterikatan ini menjadi kian absolut ketika kita melihat bagaimana sebuah korporasi beroperasi di dunia nyata. Interaksi harian antara manajemen perusahaan dan pekerja tidak terjadi di ruang hampa udara, melainkan diatur secara ketat oleh regulasi ketenagakerjaan dan undang-undang. Di sinilah rantai kausalitas itu bekerja: undang-undang adalah produk legal yang lahir dari rahim parlemen dan eksekutif. Presiden dan DPR yang merumuskan aturan main tersebut merupakan hasil langsung dari sebuah kontestasi bernama pemilu. Jadi, setiap kali seorang manajer mematuhi atau memanipulasi aturan lembur, di titik itulah ia sedang terikat pada rantai pasok keputusan politik makro.

Argumen bahwa ekonomi bisa berdiri sendiri tanpa intervensi politik juga runtuh saat kita memeriksa selembar uang di dalam dompet. Ketika seorang buruh menerima upah bulanan, transaksi itu melibatkan instrumen moneter yang sah. Uang kertas yang berpindah tangan itu memuat tanda tangan Gubernur Bank Indonesia. Secara struktural-kelembagaan, otoritas moneter tertinggi ini memiliki garis koordinasi yang kuat dengan kepala negara, di mana pengangkatan pucuk pimpinannya harus melalui persetujuan politik di DPR atas usulan Presiden.

Pada akhirnya, dari ruang rapat direksi yang dingin hingga hiruk-pikuk buruh di lantai pabrik, seluruh aktivitas manajemen dan transaksi ekonomi selalu berkelindan dengan keputusan politik. Menolak disebut berpolitik sembari tetap menikmati kepastian hukum dan stabilitas moneter ibarat orang yang mengaku tidak suka air tapi tiap hari minum kopi. Gak masuk akal, blas. Politik bukanlah monster yang hanya ada di gedung parlemen; ia adalah udara tak terlihat yang menentukan seberapa mahal harga beras, seberapa adil upah kerja, dan seberapa kuat otoritas seorang manajer untuk mengatur bawahannya.

Istilah "politik manajemen" atau dalam literatur akademis internasional lebih dikenal sebagai Organizational Politics (Politik Organisasi) atau The Politics of Management**, membahas bagaimana kekuasaan (power), pengaruh (influence), negosiasi, dan kepentingan kelompok bekerja di dalam sebuah struktur tata kelola.

 1. Rekomendasi Buku Politik Manajemen

Bagaimana kebijakan korporasi, relasi kuasa antara atasan-bawahan, serta dinamika pengambilan keputusan yang tidak pernah netral dari kepentingan, berikut beberapa buku rujukan utama:

* "Power and Politics in Organizations" oleh Jeffrey Pfeffer
* Fokus: Ditulis oleh profesor legendaris dari Stanford University, buku ini adalah "kitab suci" dalam memahami bagaimana kekuasaan dibangun, dipertahankan, dan digunakan di dalam organisasi. Pfeffer mengupas bahwa manajemen yang efektif tidak sekadar soal keahlian teknis, melainkan kelihaian mengelola politik internal.

* "The Politics of Management Knowledge" oleh Stewart Clegg
* Fokus: Buku ini membedah sisi ilmiah dan kritis dari manajemen. Clegg menunjukkan bahwa teori-teori manajemen, efisiensi kerja, hingga aturan operasional di kantor sebenarnya tidak pernah bebas nilai (objektif), melainkan produk dari relasi kekuasaan yang membentuk perilaku para pekerja.


*"The Organizational Politics Playbook: 50 Strategies to Navigate Power Dynamics at Work" oleh Allison M. Vaillancourt
*Fokus: Lebih bersifat taktis dan praktis bagi profesional. Buku ini memberikan panduan bagaimana memahami agenda tersembunyi, membangun koalisi di tempat kerja, dan bertahan di tengah intrik politik kantor tanpa harus mengorbankan integritas.


*"Handbook of Organizational Politics" oleh Eran Vigoda-Gadot dan Amos Drory
*Fokus: Buku teks akademis yang sangat komprehensif. Isinya mengupas riset-riset ilmiah mengenai bagaimana persepsi politik organisasi memengaruhi stres kerja, performa karyawan, gaya kepemimpinan, dan etika bisnis.

 2. Di Fakultas Apa Politik Manajemen Diajarkan?

Karena topik ini berada di persimpangan antara pengelolaan manusia (manajemen) dan distribusi kekuasaan (politik), mata kuliah atau bahasannya bisa ditemukan secara spesifik di beberapa fakultas berikut:

A. Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) / Sekolah Bisnis

Ini adalah tempat utama di mana aspek praktis dari politik manajemen dipelajari. Biasanya, materi ini tidak berdiri sebagai jurusan tersendiri bernama "Politik Manajemen", melainkan menjadi sub-bab krusial atau mata kuliah pilihan di Jurusan Manajemen, khususnya pada peminatan:

Perilaku Organisasi (Organizational Behavior): Mempelajari bagaimana politik kelompok, taktik pengaruh (influence tactics), dan konflik vertikal-horizontal terjadi di lingkup internal perusahaan.
Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM): Membahas politik dalam penyusunan regulasi ketenagakerjaan, negosiasi serikat buruh dengan direksi, hingga kebijakan pengupahan.
Manajemen Strategis: Membedah bagaimana keputusan-keputusan besar korporasi (seperti merger, akuisisi, atau lobi ke pemerintah) dipengaruhi oleh kepentingan politik para pemegang saham eksekutif.

B. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP)

Di fakultas ini, sudut pandangnya bergeser dari profit korporasi ke tata kelola publik dan regulasi makro. Anda akan menemukan materi politik manajemen di Jurusan Ilmu Administrasi Negara / Publik atau Manajemen Kebijakan Publik (MKP).

* Fokusnya adalah bagaimana birokrasi pemerintahan mengelola institusi, bagaimana undang-undang (seperti upah minimum atau regulasi platform digital) dirumuskan melalui kompromi politik antara eksekutif, legislatif, dan kelompok kepentingan (pengusaha dan buruh).

C. Fakultas Psikologi

Melalui peminatan Psikologi Industri dan Organisasi (PIO). Di sini, politik manajemen didekati dari sisi mental dan perilaku manusia. Mahasiswa mempelajari bagaimana iklim politik di tempat kerja memengaruhi psikologis karyawan, motivasi kerja, intrik kepemimpinan, hingga fenomena gossip/coalition building di kantor.

Selasa, 19 Mei 2026

Tua-tua Berkuasa

Berikut adalah daftar 10 kepala negara atau kepala pemerintahan di dunia yang saat ini masih aktif menjabat dengan usia paling lanjut (senior):

| No | Nama Pemimpin | Jabatan | Negara | Usia | Tahun Lahir |

| 1 | Paul Biya | Presiden | Kamerun | 93 Tahun | 1933 |
| 2 | Mahmoud Abbas | Presiden | Palestina | 90 Tahun | 1935 |
| 3 | Raja Salman bin Abdulaziz | Raja | Arab Saudi | 90 Tahun | 1935 |
| 4 | Raja Harald V | Raja | Norwegia | 89 Tahun | 1937 |
| 5 | Jean-Lucien Savi de TovΓ© | Presiden | Togo | 87 Tahun | 1939 |
| 6 | Ali Khamenei | Pemimpin Agung | Iran | 87 Tahun | 1939 |
| 7 | Muhammad Yunus | Kepala Penasihat | Bangladesh | 85 Tahun | 1940 |
| 8 | Mishal Al-Ahmad Al-Sabah| Emir | Kuwait | 85 Tahun | 1940 |
| 9 | Sergio Mattarella | Presiden | Italia | 84 Tahun | 1941 |
| 10 |Donald Trump | Presiden | Amerika Serikat | 79 Tahun| 1946 |

Catatan:

*Masa Jabatan Terlama: Selain menjadi yang tertua, Paul Biya (Kamerun) juga menjadi presiden non-kerajaan dengan masa jabatan aktif terlama di dunia, memimpin sejak tahun 1982.
Pergeseran Politik AS: Donald Trump saat ini tercatat sebagai presiden tertua dalam sejarah Amerika Serikat yang diambil sumpah jabatannya.
Sistem Pemerintahan: Daftar di atas mencakup pemimpin dengan otoritas eksekutif penuh (seperti Presiden AS dan Raja Arab Saudi) hingga pemimpin konstitusional yang posisinya lebih bersifat seremonial/simbol negara (seperti Raja Norwegia dan Presiden Italia).

Sabtu, 16 Mei 2026

Bintang Lima Untuk Mbah Buyut


Kamis, 14 Mei 2026
Cerpen : Bintang Lima Untuk Mbah Buyut

Jam dua ,Tono mengusap layar ponselnya dengan jempol yang masih meninggalkan bau sambel terasi sisa makan siang tadi. Makan di rumah lebih hemat daripada harus jajan di Warkop, meski risikonya dia harus kenyang dengan omelan Winda yang lebih bikin keriting dari cabai keriting. Baginya ponsel di genggamannya adalah benda keramat yang lebih sering ia belai ketimbang tangan istrinya sendiri. Winda, yang kini sedang sibuk melipat pakaian di sudut ruangan rumah kecil di sebuah gang kawasan Wonokromo,mereka harus berjuang di kota Surabaya , Tono jadi ojol, sedang Winda membuka jasa cuci-setrika. Siang yang panas itu tambah panas dengan suara Winda yang mulai mengeluarkan gerundelan soal bayar uang SPP Marlon, yang duduk di kelas delapan,bayar uang untuk kegiatan Outing Willa ,di kelas lima,bayar uang kontrakan, bayar cicilan pinjol, bising banget gerundelan itu masuk ke kuping Tono bikin otak keriting . Lalu Winda melirik Tono dan bertanya kenapa Tono hanya diam seperti patung.

" Nggak narik lagi, Mas? Itu Hape dipantengin terus,apa bisa ngeluarin duit ?," omel Winda, nadanya tajam menembus uap kopi sachet yang baru saja Tono sruput.

Tono mendengus, memasang wajah memelas yang biasa ia gunakan agar dikasihani Winda. "Ini sudah mas Stel aplikasinya,Win, Algoritmanya masih belum nyantol". Tono baru dapat dua trip sejak pagi, waktunya lebih banyak buat nongkrong di Warkop sambil menatap layar yang sunyi dari orderan. 

Kemudian Karena gerah terus-terusan dipojokkan Tono akhirnya berdiri, menyambar jaket hijau kusam yang aromanya sudah bercampur antara asap knalpot dan kopi, lalu berbohong dengan nada paling meyakinkan. "Alhamdulillah, akhirnya dapet Orderan , lumayan nih,agak jauh !".

"Kemana mas ?".
"Ke Zimbabwe!", jawab Tono ngasal.

Tono bergegas memakai helm hijaunya, menghindari tatapan mata jutek Winda yang seolah memindai isi kepalanya yang ruwet. Dari balik pintu, Winda berteriak, sebuah teriakan yang kelak akan menjadi gema yang menjadi kenangan di kepala Tono dua abad kemudian. "Hati-hati !, Jangan pulang malam-malam !, nanti beliin martabak ya buat makan malam!".

 Tono hanya mengangkat jempol tanpa menoleh, menstarter motornya dengan sekali engkol yang terasa berat,aki lagi tekor,starter tombol nggak bisa dimanfaatkan, dan Tono kemudian memacu Vario-nya menuju arah yang nanti ternyata jangka waktu tempuhnya jauh lebih panjang dari yang tertera di peta Google.

Omongan adalah doa. Tak lama meninggalkan rumah, ponsel Tono ber-tetetet. Bunyi khas aplikasi saat Ada orderan masuk. Tono menghentikan laju motor ke pinggir jalan. Mengeluarkan ponsel dari saku jaket ojol dan meneliti layarnya, lalu ngegas lagi ke titik jemput barang. Tono seperti dalam adegan kejar-kejaran motor di film Bourne legacy,saat Cross dikejar-kejar polisi Manila. Motornya meliuk-liuk di antara kendaraan yang melintas di jalan, kadang menyerempet bahaya dengan melanggar lampu merah. Yang penting sampai ke tujuan titik pengambilan paket.

Dan sampailah Tono di Apotek. Saat masuk Apotek Tono merasa melengkapi peran petugas medis di Rumah Sakit . Ada Dokter, ada perawat , ada petugas rekam medik ada petugas farmasi. Dan Dia mengambil peran sebagai kurir andalan yang bikin orang sakit nggak perlu makin pusing nungguin obat yang tak kunjung datang karena tak ada orang yang bisa dimintai tolong pergi ke apotek. Tono menatap tas plastik kuning berisi obat yang diberikan pegawai Apotek, entah obat Jantung, obat hipertensi, obat diabetes atau cuma salep panu. Bagi Tono obat itu penting bagi orang yang memesan. Kini berayun-ayun di tangan Tono. Di dalamnya ada bungkusan yang menurutnya lebih berharga dari emas. Benda harapan orang sakit agar tetap jauh dari ajal. Baginya, dokter adalah orang hebat, perawat telah bertugas sigap. Tono harus mengambil bagiannya sebagai kurir yang lincah menembus macetnya lalu lintas di saat menjelang sore. 

Tono pernah bilang pada istrinya ," Win , aku ini kalau dapat order nganterin anak sekolah atau dapat order ambil obat di apotek itu, rasanya pingin amal saja, gak dibayar gak apa-apa, pernah ambil obat di farmasi Rumah Sakit kena uang parkir, yah aku bayar saja, itung-itung amal,aku ikhlas ngurangi upah, eh,malah sama pelanggan ditambahi tip lebih".

Saat Tono memacu Vario-nya meliuk di antara truk box, Mobil mewah dan para pemotor, ia tidak merasa sedang ugal-ugalan, ia merasa sedang melakukan misi khusus darurat, andai boleh pasang lampu Strobo lebih asik lagi menembus kemacetan.

Tono terus mengikuti garis rute yang ditentukan, sesekali melambat untuk mengecek Gmap-nya apa rutenya tidak melenceng. Jangan sampai seperti dulu kesasar ke lahan kosong.

Keluar dari keramaian lalu lintas, Masuk ke kawasan pedesaan yang diselingi tanah kosong dan sawah. Lalu Tono menghentikan motor tepat di seberang sebuah gapura ,ada bando di gapura dengan letter sign dari bahan akrilik bertuliskan: DUSUN SIDODADI. Gapuranya estetik banget , kalau malam pasti lebih cantik dengan hiasan lampu di dalam Letter Sign dan lampu-lampu hias lainnya yang ditempel di Gapura. Sayang sekali pemandangan estetik dusun yang kelihatannya rapi itu dirusak pemandangan Tower Sutet dan kabel-kabel yang dipasang semlampir (asal nggantung aja).

Tono masuk gerbang dusun pelan-pelan, mengecek lagi alamat yang tertempel di tas plastik obat. Masih sekitar tiga ratus meter lagi, melewati beberapa belokan kiri dan kanan. 

Sepi sekali keadaan dusun , Tono baru sadar setelah melewati tiga belokan dan dua perempatan. Mungkin hari yang sangat panas ,membuat orang males keluar rumah. Mestinya jam segini ada orang pulang dari kerja atau menjemput anak dari sekolah. 

Kurang lima puluh meter lagi , Tono akan sampai ke tujuan sesuai garis Gmap-nya. Dan saat tiba di lokasi yang tertera, ternyata gak cocok alamatnya. Mak!, Tono langsung jengkel. Nunggu orderan lama , sekali dapat ,alamatnya gak cocok alias salah titik. Bukan kali ini saja Gmap mengarahkan ke lokasi yang tidak sesuai dengan alamat yang tercetak di aplikasi atau tertulis di nota yang tadi dilengketkan sama mbak pegawai apotek . Tono bingung tanya siapa karena dusun ini begitu sunyi. 

Tono mengecek lagi aplikasi,barangkali ada pesan dari pelanggan soal alamat rumahnya. Biasanya alamat rumah yang gak cocok dengan arahan Gmap , akan dikonfirmasi lewat chat di aplikasi. Tidak ada chat panduan.

Tono tergerak memencet tombol telpon. Aplikasi memunculkan notif : PELANGGAN TIDAK BISA DICHAT ATAU DITELPON !. Dengan latar belakang figur karikatur yang makin bikin jengkel karena kesannya malah ngece.

Bangsat!, maki Tono dalam hati.

Tono berputar-putar mencari orang untuk dimintai informasi sampai sore makin gelap , azan Maghrib sudah lewat, Tono pun sudah balik ke gapura yang dia lewati tadi tapi tak ada orang yang...

Blaarrr !!! (Suara ledakan)

Tono melihat kilatan dari arah tower Sutet, lalu kilatan kecil itu menyeruak menjadi cahaya yang semakin meluas, menyilaukan, Meraupi mata hingga membuat Tono jadi buta sesaat. Yah rasanya sesaat, cuma beberapa detik...

Lalu tiba-tiba gelap. Tono mengerjapkan mata. Pandangannya Gelap. 

"Aduh apa aku sudah jadi buta ?".

Tono menajamkan pandangan. Lalu dia menyalakan lampu motor. Sorot lampunya menerangi jalan di depan. Tapi bukan seperti jalan yang dilewatinya tadi. Ini hutan !.

Panik , Tono benar-benar bingung kenapa dia tiba-tiba ada di hutan ?. Dia turun dari motor untuk memastikan. 

"Ya Allah, bener ini hutan...".

Tono menyapukan pandangannya ke sekeliling. Pohon, pohon, pohon dan pohon.Gapura dusun tadi pucuknya sudah runtuh, tertutup ilalang dan lumut. Dia menatap langit, penuh bintang. 

" Astaghfirullah, ya Allah di mana aku ini ?". Tono hampir menangis.

Ada suara-suara binatang, jangkrik, burung Hantu, dan suara aneh seperti hewan menggeram. Lalu cit,cit,cit,cit. Suara tikus.

"Apakah kilat tadi menyebabkan aku pindah alam, ya Allah apa ini alam barzah, apa aku sudah mati ?". Air matanya bercucuran membasahi wajah. 

Dari balik semak-semak terdengar bunyi mencicit seperti suara tikus tapi agak berat. Jumlahnya kayaknya lebih dari sepuluh. Tono ketakutan. Dia menggigil mungkin dia sudah di alam kubur dan tikus-tikus tanah itu akan mengkerikiti tubuhnya. Tapi kenapa bukan malaikat yang datang lebih dulu buat nanya-nanya siapa Tuhanmu,Apa agamamu, siapa Nabimu ,siapa saudaramu. Atau dia belum dikubur dengan layak setelah kesambar petir. Kalau dia belum mati, dia harus melakukan sesuatu. Mencari pertolongan. Tapi kemana,dia dikelilingi kegelapan.

Tak ada alat survival dan tak punya senjata untuk melawan makhluk jahat dalam bentuk apapun yang mungkin menghuni hutan ini. Terdengar bunyi gerakan dari beberapa kaki yang berat. Kaki siapa ? , binatang apa ?. Tono naik lagi ke motor, siap tancap gas , tapi mau lari ke mana , kedengarannya suara gerakan kaki-kaki itu berasal dari berbagai arah. Dia terkepung. Rupa satu hewan muncul tampak samar, matanya mengeluarkan cahaya redup merah, seperti muka hewan tikus. Tono bergidik melihat besarnya ukuran tikus itu. Sebesar kambing. Apakah tikus itu mengalami mutasi genetik?.

Tono kemudian pasrah, mulutnya komat-kamit berzikir dengan kalimat apa saja yang dia ingat. Riwayat hidupnya akan tamat oleh Tikus mutan. Tono masih berharap bahwa ini cuma mimpi di siang bolong.

Suara tembakan itu terdengar keras, Tono pun spontan tiarap di tanah yang berumput dan basah. Beberapa tembakan lagi ,terasa bau belerang menyengat, disertai suara ribut hewan-hewan yang lari terluka dan ketakutan. Tono memberanikan diri melihat apa yang sedang terjadi.

Dari atas ,cahaya itu menyilaukan dari suatu kendaraan yang melayang. Tono dapat mengenali benda yang melayang dengan lampu sorot sangat terang,itu sebuah drone yang pernah dia lihat di Internet. Takjub iya tapi Tono masih gemetaran.

Badan Tono tersorot seperti seorang penyair Monolog di panggung teater. Kabut asap belerang menari lembut memutari lokasi mengikuti deru mesin drone yang halus. Tono meletakkan tangannya untuk menepis silau. 

Lalu terdengar suara dari speaker yang menggema , "Selamat malam , Bapak baik-baik saja ?, saya Sersan Vika, polisi Metro Surabaya !".

Tono berteriak , " ya saya baik-baik saja !,  sampeyan bisa bantu saya keluar dari hutan ini ?".

Mobil patroli terbang dengan logo Polri kemudian turun perlahan.

Belum sampai memijak tanah, seekor tikus sebesar kambing gemuk, meloncat ke atap mobil dari tempat persembunyiannya di dahan pohon beringin besar. Mobil pun oleng dan kaca penutup kabin pecah oleh cakar tikus yang keras seperti sangkur baja. Sersan Vika tak menduga masih ada hewan yang belum lari dan masih bersembunyi di pohon. Dia mengomeli diri sendiri,kesal dengan kecerobohan nya sendiri," Jancok!, goblok,goblok...hah!". Jantungnya berdebar kencang. 

 Detektor panas gagal memindai keberadaan hewan mutan itu. Dia pun mengaktifkan senjata listrik untuk mengusir hewan yang nggandol di mobilnya. Bunyi arus listrik kuat mengusir tikus itu , sebagian kaki kanan tikus tak sengaja masuk ke lubang baling-baling drone karena panik, membuat mesinnya macet. Si tikus kabur dengan kaki pincang. Baling-baling drone mengamputasi hampir tujuhpuluh persen kakinya. Mobil patroli terbang itu pun jatuh ke tanah sebelum kaki-kaki pijakannya di keluarkan untuk menopang drone saat berada di darat. Tono dapat melihat lebih jelas bentuk hewan tikus mutan itu. Kulit Mereka tidak berbulu, tapi bersisik seperti kadal.

Sersan Vika keluar dari mobil terbangnya, Reaksi waspada ditunjukkan Vika saat pertama kali melihat Tono memakai atribut Ojolnya dalam jarak dekat ,waspada sekaligus terpana melihat jaket hijau Tono yang sudah agak pudar dan helm hitam dengan logo yang sangat dia kenal dari buku sejarah digital.


" Apa masih ada ojol kayak bapak ?, bukannya semua Driver online sekarang pakai SkyMover ? Atau bapak baru ikut pesta kostum, berdandan ala ojol di era Gig Economy ?".

Tapi Tono Bau Masa Lalu-nya sangat kentara Menyengat. Real banget.

Tahun 2216, udara sudah sangat bersih hampir tak ada bau asap kendaraan bermotor. Aroma asap lain masih ada. Tono membawa aroma yang sudah punah: Aroma asap knalpot. Tahun 2216 era green energy.

Vika menutup hidungnya , bukan karena jijik, tapi karena sensor di paru-parunya mendeteksi "zat karbon purba" .

Vika mengabaikan Tono sejenak, pandangannya beralih ke motor matic Vario Tono. Dia menyentuh jok berkulit kain oscar yang sudah ribuan kilo diduduki . "Ini kendaraan yang menggunakan metode ledakan di mesin dengan cairan fosil itu kan? Bagaimana bapak bisa tahan dengan kendaraan ini ?".

Bagi Vika, motor Tono adalah benda mekanik yang eksotis, kuno ,tapi sangat tidak mendukung untuk hidup di lingkungan era green energy, apalagi di kawasan penuh predator hewan-hewan mutan yang hidup di sepanjang hutan ini.

Vika sebagai Polwan dengan latar belakang sarjana Ilmu Sosial dan Sejarah, sedang melihat sejarah yang hidup di depan matanya, kayak melihat film dokumenter yang imersif. Vika seperti Tono sama-sama bingung dengan "Lost Momen" ini.

Tono pusing tujuh keliling karena sinyal internet lenyap dari ponsel , tak bisa lagi mengakses aplikasi ojol, karena yang muncul di layar notifikasi: " PERANGKAT TIDAK TERHUBUNG DENGAN INTERNET ". Tono yakin kuota internetnya masih banyak dan aktif.

Dengan semburan cahaya dari lampu-lampu yang dipasang di mobil patroli terbang Polisi, Tono dapat memindai area di mana dia berdiri sekarang, mestinya ini jalan desa yang tadinya kanan dan kiri masih banyak rumah dan kendaraan ramai lalu lalang.

Tono ingat suatu momen,"tadi ada petir menyambar di tiang Sutet di sana, itu tiang Sutetnya... Petirnya menyilaukan ,aku hampir tak bisa lihat apapun, tadi aku lewat gapura desa itu tiba-tiba alam yang aku lewati berubah, apa Aku pindah ke alam lain ?, tapi gapura itu masih ada di tempatnya namun sudah berubah kayak bangunan mangkrak gak keurus ".

Sersan Vika mencoba mencerna omongan Tono , bapak ini mungkin sedang setres , omongannya meracau.
" Bapak tidak pindah alam, ini kawasan hutan konservasi Krian, dulu memang banyak perumahan di sini , Bapak saya cerita dulu ada bencana biologi di sini, laboratorium biologi gagal eksperimen, mereka ingin menggabungkan elemen hewan liar seperti tikus dan kadal untuk dipasang biochip pendeteksi kesuburan tanah dan gempa, tapi hasil eksperimen mereka justru menghasilkan monster predator dari gen kadal dan tikus, seperti yang bapak lihat tadi, dan monster itu bisa beranak-pinak lebih cepat. Kami menyebutnya Kalkus , awalnya cuma ada puluhan lalu berkembang menjadi jutaan, jutaan orang tewas dimangsa mereka, seluruh penduduk di desa ini lenyap dalam sekejap, Kalkus itu rakus banget, pemerintah  mengevakuasi warga ke Superblok metropolitan Surabaya dan menyatakan darurat militer, perang melawan Kalkus terjadi hampir di seluruh pulau jawa, pemerintah sipil dan militer membuat bangunan-bangunan yang aman dari serangan para predator ".

Tono bergidik . " Wah !, dulu ? , padahal beberapa menit yang lalu aku lewat sini ", Tono benar-benar  terguncang dan mencoba tenang. Barangkali ini mimpi di siang bolong. Tadi dia masih ingat habis makan sambel klotok bikinan istrinya Winda.

Sersan Vika juga tampak bingung melihat kondisi Pak Tono ini. Kenapa model driver ojol begini masih ada di Tahun 2216. Fenomena orang menembus masa depan sudah banyak dia tahu, lalu kembali ke masa sekarang dengan mengaku sebagai time-traveler dari masa depan. Tapi Pak Tono ini apa dari masa lalu ?.

" Bapak siapa namanya?".
" Saya Tono mbak Vika ", jawab Tono sambil melirik tanda pengenal nama Sersan Vika yang nempel di dadanya yang tipis.
" Boleh lihat kartu identitasnya pak ?".
Tono mengeluarkan dompetnya yang lusuh dan membukanya, tampak sedikit uang kertas nyelip di situ. Lalu KTP diambilnya dan diberikan kepada Vika.

Vika terbelalak melihat KTP Tono. Diapun mengeluarkan sentolop dari saku samping celana seragam taktisnya, menyoroti plat nomer kendaraan Honda Vario. 

" Ya Allah, ini plat nomernya tahun 2026...". Gumamnya lalu menanyai lagi Tono, " Bapak masih sadar dan sehat ?".
" Siap , masih mbak Vika! , saya sehat bugar dan mental saya masih waras".
" Bapak tahu ini tanggal berapa ? Hari apa ?".
" Ini hari kamis, tanggal empat belas mei , duaribu dua enam ".
Mata Vika lagi-lagi terbelalak. Tanpa kata maaf atau Kulo nuwun, Vika merebut ponsel yang dipegang Tono. Dan dilihatnya layar ponsel Samsu, masih menggunakan gelombang 4G . Tanggal di ponsel menunjukkan angka 14/05/2026, hari : Kamis, indikator jam 17:30.
Wallpaper layar ponsel Tono bikin Vika makin Merinding. 

" Pak Tono , ini foto siapa pak ?".
" Itu foto istri dan anak-anak saya , Marlon dan Willa".
" Ya Allah, Sampeyan ini Mbah Buyut saya pak Tono !".
Kini giliran Tono seperti disambar geledek untuk yang kedua kalinya. Tubuhnya gemetaran tak karuan. Apa ini lelucon acara prank televisi ?.

" Foto seperti ini disimpan sama Mbah Willa, bahkan ada foto piguranya di dinding rumah, Ya Allah...". Vika geleng-geleng takjub, otaknya blank tak bisa mencerna Fenomena ini dalam beberapa detik.

Tono bertanya dengan gugup, " Emangnya ini tahun berapa ?".

" Ini tahun 2216 Mbah".

Tono makin lemes. Apa ini mimpi di siang bolong?, tapi rasanya real banget.

"Mbah Willa pernah nulis di akun Facebook kalau bapaknya adalah ojol, suatu ketika dapat order ke Zimbabwe, Mbah Willa saat itu kelas lima ,tak tahu kalau Zimbabwe itu di Afrika, dan tak pulang-pulang sampai Mbah Buyut Winda meninggal...".

Jadi Winda sudah meninggal. Tono menangis , terduduk di tanah meratapi nasibnya. Vika mendekatinya untuk meneliti lebih seksama sambil mengembalikan ponsel Tono.
" Ya Allah,bagaimana ini terjadi, sampeyan menembus waktu sampai seratus sembilanpuluh tahun.... Banyak orang mengaku dari masa depan, tapi Mbah ini datang dari masa lalu...".

" Tadi saya dapat order ngantar obat ke desa ini, saya melewati gapura itu, cari rumah sesuai aplikasi,tapi ternyata alamatnya gak cocok dengan arahan gogel mep, Saya cari-cari sampai balik ke gapura itu lagi ,lalu ada petir dari Sutet di sana, menyemburkan cahaya sampai ke sini, mata saya silau , kayak buta, setelah beberapa detik, mata saya buka ternyata semua sekeliling di sini telah berubah, jadi rimba belantara yang dihuni Tikus-tikus buas..., apa yang terjadi ya , kok bisa saya nembus waktu selama itu ?".

Vika memeriksa tas plastik kuning yang masih nyantol di cantolan barang di bawah stang motor. Dia melihat nota yang ditempelkan dengan strapless. Di nota itu menunjukkan tanggal 14 Mei 2026. Vika geleng-geleng lagi. Fenomena apa ini. Lalu dia melihat mobil patroli terbangnya yang kemungkinan mengalami rusak mesin baling-baling. Dia tidak dapat membawa Mbah Tono terbang pergi dari tempat bahaya ini. Vika mencoba menghubungi markas melalui gadget yang ada di lengannya. Dia sudah mengirim sinyal yang memberi tahukan posisinya.

Lalu dari kaca kabin muncul gambar hologram,temannya, rekan setimnya, Sersan Juned , " Hai Vik, apa yang terjadi ?, sinyal dronemu kok ada di darat ,di hutan Krian lagi, kamu baik-baik saja ?".

" Iya , mesinku rusak kemasukan kaki Kalkus !".
" Hah!, Oke aku meluncur ke sana , kamu amankan parameter !".
" Siap !".

" Apakah bencana biologi ini terjadi saat Mbah Winda dan Mbah Willa masih hidup ?", Tanya Tono dengan nada lemas.
" Tidak Mbah, saat bencana ini terjadi Mbah Winda dan Mbah Willa sudah wafat , Mbah Winda wafat tahun 2091 pada usia 
104 dan Mbah Willa wafat tahun 2116 pada usia 101. Kalau Mbah Marlon wafat di usia 38 pada tahun 2050 , di akun Facebook , Mbah Willa menampilkan pemakaman Mbah Marlon, infonya karena ditusuk begal yang sudah jadi incaran polisi ".

"Marlon jadi polisi ?". Tono tak bisa menyembunyikan kekagetannya , karena di keluarganya tak ada yang berprofesi jadi pegawai negeri, tentara atau polisi. 

"Ya Mbah, sejak Mbah Tono pergi tanpa kabar, Mbah Marlon berusaha mencari informasi ke mana-mana, termasuk ke kantor polisi, bahkan tidur di kantor polisi, lalu ada Polisi yang mengarahkan Mbah Marlon untuk jadi Polisi saja agar bisa melacak sendiri keberadaan Mbah Tono dengan teknologi polisi, Mbah Marlon polisi hebat, bisa menuntaskan kasus-kasus besar, dan kemudian jadi komandan tim pemburu Kejahatan terorganisir , dia berhasil melacak jaringan begal yang juga jaringan Narkoba, saat melakukan penyergapan Mbah Marlon gugur dalam tugas".

"Apa dia punya anak ?".

"Tidak Mbah, Mbah Marlon wafat dalam keadaan bujang, dia sangat dihormati dedikasinya dalam tugas kepolisian, sampai gak sempat menikah".

" Terus Willa, berapa anaknya ?".
" Mbah Willa punya dua anak, bapak saya Brando dan Tante Norma ".

" Tunggu sebentar, aku kok bingung, ada Missing link di sini... Kamu lahir tahun berapa ?. Soalnya jangka waktu Usia antara Mbah Willa, bapakmu dan kamu sangat jauh...".

Vika tersenyum mafhum, " Begini Mbah, bapak saya , Brando lahir tahun 2055, Mbah Willa memang lambat punya anak, usia 40 baru memiliki anak lewat program bayi tabung, saat itu sudah sangat canggih dan murah , berkat program MBG yang dulu digagas presiden Prabowo, orang-orang Indonesia bisa lebih panjang umur, sehat dan awet muda, orang di abad 22 sudah sulit membedakan mana yang berumur 30 dengan yang berumur 60, banyak yang memilih menikah di usia di atas 40 ,karena harus berkarir dulu ,dan memilih menitipkan sp3rm4 bagi kaum laki-laki dan bagi wanita indung telurnya di bank Sp3rm & Ovum .Bapak saya dulu lahir lewat program bayi tabung di S.O.M.E, Mbah...".

"Apa Siomay... ?".

"SOME ,Es-O-em-e, Mbah. Sperm and Oocyte Molecular Engineering," jelas Vika dengan mimik serius.

"Dan Saya ini...", Vika menoleh ke arah suara mencurigakan di dekat 'fosil' Gapura dan bersiap menembak dengan senjata mesinnya , dia waspada penuh menjaga dirinya dan Mbah Buyutnya yang datang dari masa lampau, setelah dirasa masih aman, dia lanjut bicara.

"Saya ini Mbah lahir tahun 2175...".
" Hah !", Tono menghitung-hitung jarak umur Vika dan bapaknya, " Kok bisa ?, bapakmu umur 120 baru punya anak ?".

" Itu tadi Mbah saya sudah bilang ,berkat Program MBG yang makin canggih, memperpanjang umur manusia, bapak menikah umur 70 saat beliau pensiun jadi polisi dengan wanita yang berumur 30 ,pada tahun 2125, sembilan tahun setelah Mbah Willa meninggal,di umur 70 bapak masih kelihatan kayak berumur 50, bapak juga penitip Sp3rm4 di SOME, lalu pada tahun 2128 terjadilah bencana biologi itu. Bapak menunda punya anak sampai keadaan chaos dapat teratasi, Bapak dipanggil lagi bertugas ,karena banyak polisi dan tentara tewas dalam perang melawan Kalkus, dia gugur dalam tugas tahun tahun 2140, saat mengawal rombongan pengungsi dari Mojokerto, di rimba ini pasukan bapak disergap Kawanan Kalkus. Ibu baru menggunakan Sp3rm4 tabungan bapak 30 tahun setelah bapak meninggal, saat  umur 80 tahun, lalu lahirlah saya. Kawanan itu bukan saja buas tapi juga cerdas, semuanya tewas,ratusan pengungsi dan ratusan gabungan pasukan, militer sudah mengembangkan alat khusus pendeteksi panas tubuh hewan mutan itu yang lebih dingin dari manusia atau hewan lain ,tapi kerap gagal, seperti barusan tadi , alat saya gagal mendeteksi keberadaan Kalkus yang sembunyi di pohon, tak terasa perang ini sudah berlangsung delapanpuluh delapan tahun...semua ini karena keinginan manusia mencari cara aman untuk hidup di bumi , bukan kenyamanan yang didapat malah justru kerusakan ".

"Iya, Sampai kapan batas teknologi yang diberikan Allah kepada manusia ?".

"Gak tau mbah, mungkin sampai manusia bisa membuat unta bisa berbahasa Inggris !".

Tono tertawa pendek dengan perasaan getir mendengar ocehan cucu buyutnya yang menurut perasaan Tono wajahnya mirip Winda.
" Terus bagaimana dengan Tante Norma , berapa anaknya ?".

" Tante Norma anaknya satu, tapi dia tidak menikah...".
"Ikut program bayi tabung ya ?".
" Iya , ngakunya sih begitu tapi ibu tidak percaya, Ibu Curiga Tante Norma sebenarnya jadi istri simpanan pejabat ".
" Ada di mana sekarang Tante Norma dan anaknya?".
" Mereka mengungsi ke Singapura, Tante Norma sudah meninggal Mbah, usaha SPPG-nya diteruskan anaknya,tapi dikendalikan dari Singapura ".
"Jadi program MBG itu masih berlanjut sampai sekarang?".
" Iya , program itu sangat membantu saat negara chaos dilanda perang melawan Kalkus, kita sudah siap dengan dapur-dapur umum MBG dan pemasok sembako dari Koperasi Merah Putih, masalah logistik yang dikelola SPPG sangat membantu perjuangan Polisi dan TNI serta paramiliter yang dibentuk masyarakat ".
Tono mengangguk-angguk, "Akhirnya kita tahu apa yang dulu kita ragukan, menjadi elemen penting dalam suatu momentum ".

Gadget di tangan Vika bergetar dan berpendar ,ada tombol digital untuk membuka saluran informasi berupa video hologram. Muncul wajah Sersan Juned.
" Vik, kamu masih aman ?".
" Ya masih, bagaimana Ned ?".
" Kami menghindari area dekat dengan lokasi-mu, ada puluhan kawanan berkumpul di sekelilingmu, mereka mungkin tahu kamu akan dijemput regu penyelamat, dan mereka menunggu untuk menyergap , di situ juga banyak pepohonan tinggi yang dipakai untuk sembunyi,kamu di situ jadi kayak umpan,  kamu bisa pergi ke lokasi penjemputan sekarang, itu aku kirim rutenya , jaraknya sekitar tiga kilometer , eh , Vik itu benda apa ?".
"Ini ?", tanya Vika menunjukkan motor matic Vario Tono.
" Iya , kayak...".
" Ini sepeda motor matic dari abad 21, aku bertemu Mbah buyutku dari abad 21!".
" Hah !".
Vika menunjukkan Wajah Tono melalui kamera dari gadget yang ada di tangannya.
"Apa Mesin kuno itu masih bisa dipakai ?". Tanya Juned .
" Ya masih bisa !".
" Cepat pakai untuk kabur , mereka mulai mendekati posisimu !".
" Ayo Mbah kita pergi pakai motor ini !".
Tono segera bangkit, " ke mana arahnya?".
" Ke sana Mbah , ke arah timur, kita ditunggu regu penyelamat, mereka tak bisa mendekati lokasi ini, beresiko, mobil terbang mereka bisa diserang Kalkus dari pohon...".

Tono kini punya penumpang yang sangat penting, dan dia harus mengantarkannya apapun resikonya. Siap melaju ngebut ke lokasi penjemputan, seperti dulu dia dapat penumpang tentara yang harus  mengejar kereta jurusan Jakarta yang berangkat dari Stasiun Pasar Turi, waktunya mepet, dia berasa kayak punya misi khusus membantu bela negara . "Sudah siap?".

" Oke Mbah !".

Motor matic Vario pun meluncur ke jalanan yang berubah jadi jalan setapak hutan yang licin . Beberapa Kalkus sudah berlari mengejar mereka . Vika menembak secara terukur. Dari atas Drone kecil nirawak milik Polisi memberi bantuan cahaya bagi mereka saat menembus kegelapan hutan. Drone itu juga membantu memberikan info pergerakan para Kalkus. Vika tak berhenti menembak sasaran di kanan dan kirinya . Di atas mereka muncul drone lagi , membantu Vika menembaki Kawanan Kalkus yang mendekat.

" Bagus Mbah, tinggal satu kilo lagi !".
Saat membelok ke kanan , Tono tak melihat ada lobang sedalam setengah meter berdiameter lebar, mungkin bekas kena Bom di masa lalu. Mereka pun terperosok .

Vika menggulingkan diri dan terus menembak ke arah Kalkus yang berdatangan. Tono merasakan kesakitan di kaki dan tangan. Tak ada harapan lagi, pikirnya.
Saat Vika dan Tono terpojok karena motor matic terperosok ke lubang terlalu dalam . Tono mengambil inisiatif agar Vika lari ke arah regu penyelamat dan Tono akan menghadapi Hewan mutan sendirian.
" Vika pergi selamatkan dirimu, biar Mbah yang menghadang makhluk mutan itu... Kaki Mbah sudah gak kuat lari !".
"Tapi Mbah ....".
"Sudah tidak banyak waktu cepat lari, hidup Mbah sudah selesai hari, Mbah memang ditakdirkan untuk menyelamatkan kamu hari ini demi masa depan manusia dan anak keturunanku, cepat, Vika berikan senjatamu !".
"Mbah bisa menggunakan senapan ?".
" Tinggal tarik pelatuknya kan ?".
" Ya Mbah , sama ditahan kuat-kuat, soalnya hentakannya keras!".

Vika mengulurkan senapan serbu kepada Tono yang masih terduduk di lubang. Mbah Buyutnya dia peluk sambil berurai air mata," Maaf, kita harus bertemu dalam keadaan begini Mbah...".

"Titip salam buat ibumu, siapa nama ibumu?".
" Wuni , Mbah ". Kata Vika sambil mencium kening Mbah Buyutnya.
" Cepat, cepat lari !".

Vika lari tanpa menoleh lagi.
Tono memberondong Para Kalkus dengan brutal , dibantu beberapa drone bermuatan senjata dari atas.
Lalu Tono menembak Tangki bensin motor matic -nya. Suara menggelegar terdengar disertai semburat api dari motor matic yang melalap jaket Ojol dan tubuh Tono. 

Melihat api yang besar dan tubuh Tono diselimuti api membuat para Kalkus mundur teratur, puluhan hewan mutan lainnya tampak bergeletakan disinari cahaya api. 

-js





Di Balik Layar Ada Kru Yang Dibayar

Di balik layar Monster Pabrik Rambut, ada ironi yang tidak luput dari perhatian para pembuatnya. Film yang mengangkat tema ekspl...