Selasa, 07 Oktober 2025

PERJUANGAN TAK PERNAH SIA-SIA: GLOBAL CAMPAIGN FOR PALESTINE FREEDOM

KAMPANYE GLOBAL KEBEBASAN PALESTINA 
Di tengah krisis iklim global yang kian mendesak, sejumlah aktivis lingkungan dunia memperluas cakupan perjuangan mereka. Tak hanya menuntut keadilan ekologis, mereka kini juga lantang menyuarakan solidaritas terhadap Palestina. Bagi mereka, isu lingkungan dan kemanusiaan tak bisa dipisahkan. Ketidakadilan yang terjadi di Gaza, menurut para aktivis ini, adalah bagian dari sistem penindasan global yang sama yang merusak bumi.

Berikut profil beberapa aktivis lingkungan yang konsisten menyuarakan kemerdekaan Palestina:

Greta Thunberg 

Asal: Swedia 
Pendidikan: Tidak menempuh pendidikan tinggi formal; fokus pada aktivisme sejak usia 15 tahun 
Organisasi: Fridays for Future, Global Sumud Flotilla 

Greta Thunberg, ikon gerakan iklim global, telah menjadikan solidaritas terhadap Palestina sebagai bagian dari perjuangannya. Ia bergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza pada 2025, yang berakhir dengan penahanan oleh militer Israel. Dalam berbagai pidato dan unggahan media sosial, Greta menyebut genosida di Gaza sebagai “kenyataan yang disiarkan langsung” dan menyerukan agar negara-negara Barat menghentikan dukungan terhadap Israel. Ia menekankan bahwa keadilan iklim tak bisa tercapai tanpa keadilan sosial dan politik.

Yasemin Akar 

Asal: Turki 
Pendidikan: Lulusan Ilmu Politik, Universitas Istanbul 
Organisasi: Mavi Marmara Foundation, Global Sumud Flotilla 

Yasemin adalah aktivis muda yang aktif dalam gerakan kemanusiaan dan lingkungan. Ia menjadi salah satu koordinator pelayaran kemanusiaan dari Tunisia ke Gaza. Dalam wawancaranya dengan media Turki, Yasemin menyebut bahwa “penjajahan dan eksploitasi sumber daya alam adalah wajah lain dari kolonialisme modern.” Ia percaya bahwa pembebasan Palestina adalah bagian dari perjuangan global melawan ketidakadilan struktural.

Thiago Ávila 

Asal: Brasil 
Pendidikan: Sosiologi, Universitas Brasília 
Organisasi: Climate Justice Alliance, Latin American Solidarity Network 

Thiago adalah aktivis iklim dan sosial yang menggabungkan pendekatan dekolonial dalam gerakannya. Ia aktif dalam kampanye boikot terhadap perusahaan multinasional yang terlibat dalam pendanaan militer Israel. Dalam forum-forum internasional, Thiago menekankan bahwa perubahan iklim dan konflik geopolitik saling terkait, terutama dalam konteks eksploitasi sumber daya dan penindasan terhadap masyarakat adat dan terjajah.

Vanessa Nakate 

Asal: Uganda 
Pendidikan: Bisnis Administrasi, Makerere University 
Organisasi: Rise Up Movement 

Vanessa dikenal sebagai suara dari Global South dalam gerakan iklim. Ia menyuarakan bahwa penderitaan rakyat Palestina mencerminkan ketimpangan global yang juga dialami oleh negara-negara Afrika. Dalam wawancaranya dengan media Afrika, Vanessa menyatakan bahwa “solidaritas terhadap Palestina adalah bentuk perlawanan terhadap sistem yang sama yang menindas rakyat di Selatan dunia.”

Naomi Klein 

Asal: Kanada 
Pendidikan: Sastra dan Filsafat, University of Toronto 
Organisasi: The Leap, Climate Justice Project 

Sebagai penulis dan intelektual publik, Naomi Klein telah lama mengaitkan isu perubahan iklim dengan kapitalisme dan kolonialisme. Dalam bukunya dan berbagai tulisan opini, ia menyoroti keterlibatan perusahaan-perusahaan energi dalam konflik Palestina. Klein mendukung gerakan BDS (Boycott, Divestment, Sanctions) dan menyebut bahwa “perjuangan iklim adalah perjuangan melawan sistem yang memungkinkan penjajahan dan penindasan.”

Para aktivis ini menunjukkan bahwa keberpihakan terhadap Palestina bukan sekadar gestur politik, melainkan bagian dari visi dunia yang lebih adil dan berkelanjutan. Mereka menolak dikotomi antara lingkungan dan kemanusiaan, dan memilih untuk berdiri di garis depan perjuangan lintas isu dan lintas batas.

Kisah para aktivis ini adalah pengingat bahwa keberanian dan empati bisa menjadi kekuatan transformatif. Dari Stockholm hingga Kampala, dari Brasilia hingga Istanbul, suara mereka bergema: kemerdekaan Palestina adalah bagian dari masa depan yang lebih hijau dan lebih adil.

Di Balik Layar Ada Kru Yang Dibayar

Di balik layar Monster Pabrik Rambut, ada ironi yang tidak luput dari perhatian para pembuatnya. Film yang mengangkat tema ekspl...