"Jika anda memohon tibanya cahaya siang saat kian memekatnya kegelapan malam, maka penantian anda akan lama, karena ketika itu kepekatan akan meningkat hingga terbit fajar. Tetapi yakinlah bahwa fajar pasti menyingsing, baik anda kehendaki atau tidak.
Jika anda menghendaki kembalinya malam pada saat itu, maka doa anda tidak akan dikabulkan karena anda meminta sesuatu yang tak layak, dan anda akan dibiarkan meratapi, lunglai, jemu dan enggan. Tetapi anda salah bila jemu berdoa, karena sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan (Qs 94:5-6).
Itu terjemahan ayatnya. Adapun tafsirnya adalah 'sesaat setelah datangnya satu kesulitan pasti disusul oleh dua kemudahan ', karena itu -Tetaplah yakin - bahwa dalam genggaman tangan-Nya terdapat segala kebajikan".
Bila apa yang dimohonkan tak diperoleh dengan segera, anda tak akan rugi. Karena Nabi pernah bersabda : "pada hari kebangkitan ada yang terheran-heran melihat ganjaran perbuatan yang dia rasakan tak pernah dilakukan olehnya. Ketika itu disampaikan kepadanya : " Inilah doa-doamu di dunia yang dulu tidak dikabulkan". Karena itu janganlah jemu-jemu berdoa,kecewa ,menyesal atau putus asa. Jangan menggerutu apalagi mengutuk.
Kalaupun doa kita telah dikecewakan Allah,kita tetap yakin bahwa Allah yang memiliki kekuasaan. Dia yang memberi dan mencabutnya dan "dalam genggaman tangan-Nya segala kebajikan" (QS 3:26). Dalam konteks perjuangan, Dia mengingatkan : Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal itu amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal itu amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui (Qs 2: 216).
Karena itu, anda boleh kecewa tetapi jangan mengutuk dan terbawa emosi terlalu jauh. Siapa tahu Allah memenangkan Agama-Nya melalui usaha hamba-Nya yang aniaya.