Hati-hati bagi orang yang mengaku muslim tapi suka mengkafirkan muslim lainnya yg melakukan tahlilan.
Seorang muslim terpelajar dan pernah mengaji pasti tahu artinya Tahlil yaitu kalimat tauhid : Laillahaillalloh, kalo Tasbih : SubhanAlloh, Tahmid : Alhamdulillah , dengan membaca kalimat Tahlil dengan niat masuk agama islam , orang kafir pun jadi muslim lantas kenapa ada stigma "kafir" bagi muslim yang melakukan tahlilan ?.
Mereka yang mengkafirkan beralasan tahlilan adalah bidah karena ada " aroma" mirip ritual agama kuno Jawa. Yang mereka permasalahkan adalah ritual 7 harian, 40 harian ,100,dst
Mereka menganggap bidah karena tak ada tuntunan dari AlQuran atau hadits. Padahal Tahlilan didasarkan pada AlQuran yang menyeru umat Islam memperbanyak zikir,bersedekah, dan melakukan hal yang bermanfaat. Itulah inti Tahlilan jadi jangan difokuskan pada waktu tahlilan itu dilakukan atau tidak adanya tuntunan yang jelas dari kitab suci seperti halnya ibadah pokok agama islam seperti sholat,puasa,zakat & haji.
Namun fokuslah pada apa yang dibaca dalam tahlilan yaitu zikir Tahlil,Tasbih, Tahmid,istighfar & sholawat, juga membaca ayat-ayat AlQuran.
Dalam Acara Tahlilan juga ada ibadah bersedekah yaitu memberikan jamuan makanan pada peserta tahlilan. Ada kebaikan-kebaikan yang tentu tidak menabrak nilai-nilai ketauhidan dan ajaran islam.
Tentu ritual tahlilan tidak sama dengan ritual agama kuno Jawa, karena zikir dan do'a ditujukan pada Allah. Sedangkan ritual agama Kuno Jawa ditujukan pada arwah leluhur dan dewa-dewa .
Jika ada kesamaan pada hari-hari pelaksanaan tahlil dengan ritual agama kuno Jawa karena itu adalah hasil pendekatan budaya para utusan Allah yaitu wali songo dalam memperkenalkan agama tauhid, dengan tidak serta merta merubah budaya masyarakat maka ritual 7 harian, 40 harian yang asalnya polytheism diswitch menjadi ritual Monotheism atau tauhid. Pendekatan ini berhasil membuat agama Islam mayoritas di NKRI.
Hari-hari pelaksanaan tahlil telah menjadi norma masyarakat yang baik dan hal-hal yang baik insyaallah disenangi Allah.